MANTAN Putri Bali 2007, Fransisca Lidyawati mengakui sangat menikmati berkah dari pengalaman yang diperolehnya pada saat mengikuti pemilihan Putri Bali dan Putri Indonesia beberapa tahun lalu. Pasalnya, kini dia dapat mengembangkan usaha jasa secara mandiri di bidang properti. Selain itu, dia juga tetap berupaya membagi waktu agar bisa menjadi istri dan sekaligus ibu yang baik bagi keluarganya. Bahkan, ibu satu anak yang kelahiran 3 Mei 1987 ini secara blak-blakan menegaskan meski sibuk bisnis keluarga tetap menjadi prioritas utama. Baginya, usaha sukses tak akan ada artinya jika keluarga berantakan. “Jadi bagi saya keluarga tetap nomor satu, meskipun usaha atau bisnis tetap penting untuk menopang ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, putri pasangan Anto Sumartono dan Natalia Sri Wahyuni ini mengajak kaumnya untuk lebih percaya diri dan berani tampil mengembangkan bakat dan talentanya dalam pemilihan Putri Bali 2012, yang akan dihelat 8 Desember mendatang. Mengingat ajang pemilihan ini sebagai langkah awal bagi Putri Bali sebagai duta bangsa di kancah nasional maupun internasional. Sebagai ajang promosi sekaligus penguatan taksu kebudayaan bangsa khususnya Bali demi daya saing budaya global dalam industri kepariwisataan dunia. “Jangan takut mencoba, karena setiap orang punya kesempatan dan peluang yang sama untuk menunjukkan bakat dan talentanya dalam ajang Putri Bali tersebut,” gugahnya.

Lebih jauh, alumnus Komunikasi Undiknas, yang juga mantan Putri Indonesia Persabatan 2007 ini menambahkan bahwa ke depan persaingan dan gerakan emansipasi wanita pastinya akan mendapatkan tantangan yang sangat berat. Karena itulah, sebagai Putri Bali harus mampu bersinergi dalam berbagai bidang kehidupan agar dapat mengambil peran strategis tersebut dengan baik. “Putri Bali ke depan tidak boleh kalah bersaing dengan kaumnya di daerah lain. Makanya, harus berani tampil beda dan percaya diri untuk menjadi yang terbaik,” ingatnya. IJA-MB

Baca Juga :
Berantas Demam Berdarah : Diskes Provinsi bersama Pemkab Karangasem Ajak Masyarakat Gertak PSN