Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault

 Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault/net
Jakarta (Metrobali.com)
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan dunia siber dan internet merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh anggota Pramuka generasi ketujuh.

“Generasi ketujuh adalah kelahiran 1990-an sampai 2000-an yang usia tertuanya 15 tahun. Generasi yang potensial sekaligus rentan oleh perkembangan teknologi,” kata Adhyaksa Dault dalam laporannya pada Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-54 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Minggu.

Adhyaksa mengatakan generasi Pramuka ketujuh merupakan generasi potensial karena akan mengisi bonus demografi, tetapi rentan karena terhubung dengan seluruh manusia sejagad tanpa batas.

Siapakah yang bertanggung jawab mendidik anak-anak generasi ketujuh Pramuka itu?

“Para pemimpin, para orang tua, para guru, para pembina dan kita semua sebagai anggota masyarakat, terlebih Gerakan Pramuka,” tuturnya.

Adhyaksa mengatakan Gerakan Pramuka telah berusia tujuh generasi. Generasi pertama Pramuka modern adalah kelahiran 1880-an hingga 1990-an, yaitu HOS Tjokroaminoto, Haji Agus Salim dan kawan- kawan yang menciptakan istilah Pandu.

Generasi kedua kelahiran 1990-an hingga 1910-an adalah Sukarno, Hatta, Natsir dan sebagainya merupakan penggerak-penggerak kepanduan, yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Generasi ketiga kelahiran 1920-an hingga 1940-an adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Soeharto dan Ibu Tien yang melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya dengan dukungan kebijakan dan mendapatkan sarana dan prasarana bagi kaum muda melalui Gerakan Pramuka.

Generasi keempat adalah kelahiran 1940-an hingga 1950-an yang banyak menjadi pemimpin di era reformasi yaitu Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagai Presiden keenam, Yudhoyono melahirkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Generasi kelima adalah kelahiran 1960-an dan 1970-an, saat ini ada yang menjadi presiden, menteri dan pemimpin berbagai organisasi nasional. Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka saat ini, Presiden Joko Widodo, termasuk dalam generasi ini.

Baca Juga :
Ratusan Botol Bir Tanpa Bea Cukai Diamankan di Gilimanuk

Sedangkan generasi keenam adalah kelahiran 1980-an hingga 1990-an dengan usia tertua 35 tahun dan generasi ketujuh adalah kelahiran 1990-an hingga 2000-an dengan usia tertua 15 tahun.

Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-54. Dalam amanatnya, Presiden menyatakan Gerakan Pramuka perlu direvitalisasi agar lebih diminati generasi muda.  Antara-MB