Jembrana (Metrobali.com)-

Dua pekan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSU Negara, bukan halangan bagi dr. Ni Putu Eka Indrawati untuk melakukan perubahan.

Salah satu kebijakan strategis yang dilakukannya adalah pembenahan pelayanan di seluruh bagian Rumah Sakit Umum (RSU) Negara.

“Saya memang fokus ke IGD dan pelayanan isolasi dulu, karena banyak komplain yang masuk,” ujar dr Ni Putu Eka Indrawati, Kamis (18/3).

Dicontohkannya, dulu keluarga pasien atau penunggu pasien kerap mengaku ribet. Pasalnya selain disuruh membawa darah ke lab, juga harus mengambil obat sendiri ke farmasi.

“Itu sekarang sudah tidak ada lagi. Semua sudah kami layani” imbuh dr Eka yang dulunya menjabat sebagai Ka IGD RSU Negara.

Permasalahan tersebut sudah disampaikan kepada pimpinan sebelumnya. Namun hingga dua kali pergantian direktur belum menemukan solusi.

Hal itu diduga adanya permasalahan lain yang menjadi prioritas direktur sebelumnya seperti pembangunan infrastruktur gedung rumah sakit yang lebih nyaman dan luas seperti sekarang ini.

“Jadi ketika saya menjadi Plt, itu (pelayanan) yang pertama kali saya kerjakan” tandasnya

Bahkan untuk menjamin bahkan memaksimalkan pelayanan di IGD RSU Negara, dirinya menugaskan secara definitif dr Ni Luh Putu Vera Ajarini sebagai Ka IGD menggantikan dirinya. Dan menugaskan dr Ngurah Putu Puja Astawa selaku Waka IGD RSU Negara.

Penugasan keduanya menurutnya tertuang dalam lampiran Surat Perintah Tugas, Nomor : 800/536/RSUN/2021, tertanggal 4 Maret 2021 yang ditandatangani dirinya bersama Kabag Tata Usaha, serta Kabid Pelayanan Medik dan Kendali Mutu selaku Panitia Kredinsial RSU Negara.

Dalan meningkatkan pelayanan, ia minta agar masyarakat tidak sungkan memberikan masukan, bahkan kritik yang semata-mata demi kebaikan. “Silahkan dikritik. Saya senang dikritik. Apalagi kalau kritiknya membangun” pungkasnya. (Komang Tole)

Baca Juga :
Menko : Indonesia Butuh Kilang Minyak Baru