Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Jakarta (Metrobali.com)-

Di tengah riuh rendahnya lalu lintas Jakarta, ada pertunjukan arogansi yang semakin sering menghiasi jalan-jalan ibu kota. Kali ini, panggungnya adalah sebuah Toyota Fortuner bertabur keangkuhan, berlapis pelat dinas TNI palsu. Tetapi, baliknya, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menolak untuk menjadi penonton pasif dalam persoalan ini.

Ahmad Sahroni, sosok yang kritis dan tajam bersuara lantang dalam menyoroti ketidakadilan, menekankan pentingnya pengawasan ketat harus dilakukan untuk menjaga nama baik institusi.

“Permasalahan pelat dinas itu banyaknya akibat ulah oknum. Baik itu ternyata dipakai saudara, kerabat, atau bahkan oknum tak bertanggung jawab. Nah kita tidak ingin gara-gara mereka ini, nama baik institusi jadi tercoreng,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Rabu (17/4/2024).

Dibalik setiap pelat dinas palsu, tersembunyi cerita-cerita yang mencoreng nama baik institusi. Sahroni memahami betul bahwa kesalahan segelintir oknum tak seharusnya merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Karena itu, Bendahara Fraksi Partai NasDem DPR RI itu menyampaikan pengawasan pelat dinas palsu harus diperketat. Sebab, bakal banyak masyarakat yang kesal atas kelakuan oknum, dan berimbas pada pengguna pelat dinas resmi.

“Dan jangan sampai akibat ulah segelintir oknum, masyarakat jadi memiliki persepsi buruk terhadap pelat dinas. Padahal penggunaan pelat dinas untuk pejabat tertentu memang telah diatur di dalam undang-undang,” ungkap legislator NasDem dari Dapil Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu) itu.

Sahroni berharap pengawasan yang dilakukan TNI-Polri dapat meminimalkan penggunaan pelat dinas yang tidak seharusnya. Menurutnya, kebanyakan para pengguna pelat dinas palsu cenderung arogan di jalan.

“Agar semuanya tertib, bisa dimonitor secara berkala, jadi tidak ada yang ‘mentang-mentang’. Karena emang yang arogan-arogan itu justru biasanya oknum, bukan pemilik pelat asli,” tegasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengusut kasus arogansi pengendara mobil Toyota Fortuner berpelat dinas TNI Palsu yang dilaporkan oleh Marsda TNI (Purn) Asep Adang Supriyadi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak, Selasa, 16 April 2024, mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut sejak 14 April 2024. Namun, dirinya masih enggan merinci perkembangan serta identitas pengemudi. (wid)