DPRD Setujui Rancangan APBD Perubahan 2015 : Tunggu Verifikasi Pemprov Bali

single-image

sidang2 7 sept

Persetujuan anggaran itu diputuskan dalam sidang paripurna yang digelar di DPRD Tabanan, Senin (7/9)

Tabanan (Metrobali.com)-

Setelah melalui serangkaian pembahasan, rancangan Perubahan APBD Tabanan 2015 akhirnya mendapatkan persetujuan dari DPRD setempat. Untuk memuluskan kinerja Eksekutif dan legslatif , selanjutnya rancangan anggaran perubahan tersebut akan diajukan ke Pemprov Bali untuk dievaluasi dan diverifikasi.

Persetujuan anggaran itu diputuskan dalam sidang paripurna yang digelar di DPRD Tabanan, Senin (7/9). Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi itu dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Tabanan I Wayan Sugiada, hampir seluruh anggota fraksi DPRD Tabanan.

Atas persetujuan tersebut, Penjabat Bupati Sugiada menyampaikan rasa terima kasih atas diputusnya rancangan perubahan APBD tersebut. Sebelumnya,  rancangan anggaran perubahan tersebut telah dibahas sesuai mekanisme yang berlaku dengan lancar.

“Hal itu tentunya tidak terlepas dari tanggung jawab, komitmen, kesungguhan, dan kerja sama yang baik dari pempinan dan seluruh anggota dewan,” kata Sugiada pada sidang paripurna DPRD Tabanan itu.

Selebihnya, ia juga berharap, tahapan evaluasi dan verifikasi di Pemprov Bali secepatnya membuahkan hasil. Sehingga rancangan anggaran perubahan yang telah mendapatkan persetujuan dari DPRD bisa ditetapkan sesegera mungkin. Dan, seluruh program yang dianggarkan bisa dilaksanakan.

Dikatakan, secara garis besar, penerimaan daerah khususnya untuk pendapatan asli daerah (PAD) dalam rancangan anggaran perubahan sebesar Rp 264 milyar lebih. Anggaran pada pos pendapatan itu terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 92,974 milyar, retribusi sebesar Rp 42 milyar, dan PAD lain-lainnya yang sah sebesar Rp 121,658 milyar dari jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 1,596 triliyun.

Sedangkan untuk besaran belanja daerah dianggarkan sebesar Rp 1,702 triliyun terdiri dari belanja langsung sebesar Rp 561,616 milyar dan belanja tidak langsung sebesar Rp 1,140 triliyun.

Baca Juga :
Pandemi Tidak Menjadi Penghalang untuk Tetap Berkreasi

“Ini berarti pada rancangan APBD perubahan terdapat defisit. Besarnya defisit itu direncanakan akan ditutupi dari SILPA (sisa lebih pagu anggaran) 2014,” imbuh Sugiada.

Masih menyinggung soal anggaran, Sugiada menyadari bahwa selama ini masih ada kesenjangan kemampuan fiskal atau keuangan daerah dalam memenuhi kebutuhan untuk membiayai pelaksanaan program pembangunan.

“Kondisi ini memberikan tekanan pada rancangan APBD 2015 dalam mengalokasikan anggaran untuk program prioritas dan program yang dibutuhkan,” jelasnya.

Namun demikian, sambungnya, pihaknya tetap berupaya dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan pembangunan yang adil dan merata. “Serta berkesinambungan dalam dimensi kewilayahan atau lintas sektoral,” pungkasnya. EB-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.