Makassar (Metrobali.com)-

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang melakukan pengujian kelayakan dan kepatutan kepada seluruh calon Ketua DPD PDIP se Indonesia Timur di Makassar menyatakan, status incumbent bukan jaminan kembali memimpin.

“Status incumbent atau petahana bukan jaminan akan ditunjuk kembali untuk menakhodai DPD PDIP di daerah masing-masing. Semua memiliki kesempatan yang sama, kita akan lihat hasil tesnya nanti,” jelas Ketua OKK DPP-PDIP, Djarot Hidayat Syaifullah di Makassar, Jumat (20/2).

Dia bersama anggota DPP PDIP lainnya saat menggelaer fit and proper test calon Ketua DPD PDIP se Indonesia Timur itu menyebutkan, ada banyak penilaian yang akan diberikan terhadap para calon ketua.

Salah satunya yang harus dimiliki oleh setiap calon yang akan bersaing itu memiliki karier, berprestasi, dan berpengalaman di partai berlambang Banteng Moncong Putih ini.

“Hasilnya akan ada tiga nama dari setiap daerah. Tiga nama itu kami berikan kesempatan kepada mereka untuk bisa musyawarah memutuskan sendiri ketuanya,” terangnya.

Djarot juga menegaskan, nama-nama yang keluar sebagai ketua adalah peserta yang ikut uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Ketua DPD harus lahir dari fit and proper tes tersebut.

“Pastinya, mereka yang jadi ketua itu adalah orang yang ikut dalam tes kepatutan ini,” tegasnya.

Lebih jauh, Djarot menuturkan, PDIP menginginkan pemimpin yang berakter sehingga mampu membawa partai bisa bersinergi dengan pemerintahan saat ini.

“PDIP sebagai pemenang pemilu harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” katanya.

Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Sulsel menggelar fit and proper test di Hotel Grand Clarion yang dihadiri 87 peserta dari 105 peserta terdaftar.

Baca Juga :
Presiden Jokowi Pembina Upacara Hari Pramuka

Peserta tersebut berasal dari 10 provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Seluruh peserta melewati tiga tahap ujian, yakni ujian tertulis, diskusi kelompok, dan wawancara. Adapun penguji berasal dari DPP sebanyak tujuh orang.

Wakil Ketua Badan Pemenang Pemilu (Bappilu) PDIP Sulsel, Iqbal Arifin menuturkan, hasil fit and proper test ini akan diumumkan pada saat Konfrensi Daerah (Konferda) yang dijadwalkan awal Maret mendatang.

“Di Konferda ini lah akan diketahui siapa nakhoda baru PDIP Sulsel pengganti H Zainal Basri Pallaguna. Hasil fit and proper test ini langsung dimasukkan ke amplop dan baru dibuka saat Konferda pada 8 Maret nanti,” terang Iqbal.

Adapun Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang bisa dipastikan tidak akan menakhodai PDIP Sulsel. Itu karena Agus tidak hadir di fit and proper test.

Sebelumnya saat ditemui di DPRD Sulsel beberapa waktu lalu, Agus memang menegaskan tidak akan ikut fit and proper test PDIP Sulsel dan lebih memilih melaksanakan ibadah Umroh pada tanggal yang sama. AN-MB