Bangli (Metrobali.com)-
Rencana pembatasan jam pengoprasian truk galian C di Desa Songan Kintamani dari jam 10.00 wita sampai jam 16.00 wita yang melalui jalur Kedisan Penelokan per 1 Januari 2013 terpaksa ditunda. Hal ini disebabkan belum ditemui kata sepakat antara pihak Pemkab Bangli dengan pihak supir truk, sehingga perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif antara kedua belah pihak.
Saat dikonfirmasi via telephone, Minggu (30/12) Kabag Humas Setda Kabupaten Bangli Made Mahindra Putra, S.STP.,MM membenarkan prihal penundaan pembatasan jam pengoprasian truk galian C di Desa Songan Kintamani yang melewati jalur Kedisan Penelokan. Recana awal, per tanggal 1 Januari 2013 akan diberlakukan pembatasan jam pengoprasian truk galian C di Desa Songan Kintamani dari jam 10.00 wita sampai jam 16.00 wita yang melalui jalur Kedisan Penelokan. Rencana pembatasan jam ini dilakukan sebagai upaya penataan obyek wisata Kintamani, sehingga wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata ini merasakan nyaman tanpa harus terganggu oleh suara ataupun polusi akibat lalu lalangnya truk pengangkut pasir. Namun sayang pembatasan jam operasional truk pengangkut pasir sementara waktu harus ditunda, mengingat belum ditemui kata sepakat antara pihak Pemkab Bangli dengan pihak supir truk, sehingga perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif untuk menghasilkan keputusan yang nantinya lebih menguntungkan kedua belah pihak. “Kita tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan, sehingga tidak merugikan salah satu pihak”ucapnya.
Terkait dengan obyek wisata kintamani, Mahindra Putra juga menyampaikan kepada seluruh Travel Agent yang mengantar tamu ke obyek wisata kintamani penelokan, tempat pemungutan retribusi mulai tanggal 1 Januari 2013 dipindahkan ke selatan jalur Sekardadi penelokan. Hal ini dilakukan untuk sesegera mungkin memanfaatkan loket yang sudah terbangun serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan. “Walaupun masih ada kekurangan dalam perpindahan tempat retribusi ini, sambil berjalannya waktu nantinya akan terus dilakukan penyempurnaan”terangnya. HB-MB
Baca Juga :
Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Mahfud: Buruh diutamakan