Penanggung jawab LPK Infinity Training Centre Putu Asteria Yuniarti (no,2 dari kiri) didampingi PMI dan kuasa hukumnya, Selasa (20/9/2022), melakukan audiensi kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata terkait tuduhan penelantaran PMI di Dubai.

 

Badung, (Metrobali.com)

Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Selasa (20/9/2022) menerima audiensi LPK Infinity Training Centre yang beralamat di Jalan Raya Sempidi No. 46 Mangupura terkait adanya tuduhan menelantarkan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali di Dubai. Dari pihak LPK Infinity Training Centre hadir Penanggung Jawabnya Ni Putu Asteria Yuniarti didampingi  para PMI dan sejumlah kuasa hukumnya.

Putu Asteria Yuniarti menuturkan, selaku LPK, pihaknya hanya memiliki tugas yakni mendidik para calon PMI untuk memiliki keterampilan yang dibutuhkan di negara tujuan. “Sebagai LPK, kami sebatas mendidik dan mengasah calon PMI untuk memiliki keterampilan di negara tujuan,” katanya.

Untuk tujuan pemberangkatan, tegasnya, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini PT Cikal Cakrabuana Sarana Diega (CCSD). Setelah bekerja sekitar 6 bulan, katanya, visa para PMI justru tidak diperpanjang dengan alasan yang tidak jelas sehingga 8 PMI asal Bali tak bisa melanjutkan bekerja di Dubai.

Walau begitu, ujar Putu Asteria, pihaknya tetap membantu para PMI agar tak telantar di negeri orang. Yang dilakukannya adalah memastikan konsumsi mereka, selanjutnya akomodasi para PMI juga diperhatikan betul. Untuk dua ini, LPK Infinity Training Centre memberikan bantuan.

Karena visanya tak kunjung diperpanjang , ujar Asteria, pihaknya pun berinisiatif membantu PMI untuk bisa pulang. Akhirnya pihaknya membelikan tiket pulang dan setelah tiba di Bali mereka kembali ditempatkan di sebuah hotel untuk selanjutnya dikembalikan kepada keluarga. “Walau bukan tanggung jawab kami, para PMI kami fasilitasi hingga pulang kembali ke Bali,” katanya sembari menyatakan sangat keberatan ketika dikatakan menelantarkan para PMI.

Baca Juga :
Pemkab Klungkung di Kunjungi BPIW-PUPR

Sementara itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata menyatakan, sebagai wakil rakyat pihaknya manampung semua aspirasi masyarakat termasuk adanya keluhan-keluhan. Walau begitu, pihaknya tetap harus melakukan cek silang biar seimbang.

Khusus untuk kasus LPK Infinity Training Centre, Parwata memastikan, kesalahan ini bukan pada LPK Infinity Training Centre. Hal ini karena Infinity berstatus sebagai LPK yang bertugas sebatas menempa para calon PMI untuk memiliki keterampilan sebelum berangkat ke luar negeri. “Ini justru sudah dilakukan dengan baik,” katanya.

Sementara untuk pemberangkatan, katanya, pihak Infinity bekerja sama dengan pihak ketiga dalam hal ini PT CCSD. Justru PT inilah yang tidak memperpanjang visa para PMI sehingga mereka tak bisa bekerja kembali. “Nilai tambahnya, Infinity tetap bertanggung jawab secara moral kepada PMI dengan membantu konsumsi dan akomodasi termasuk tiket kembali ke Tanah Air. Ini nilai tambah Infinity,” katanya.

Karena itu, dia memastikan PT Infinity Traning Centre tak menelantarkan PMI di Dubai. “Ini jelas menjadi tanggung jawab PT CCSD yang tak memperpanjang visa kerja para PMI,” katanya sembari meminta LPK Infinity tetap menjalankan tupoksinya dan dipastikan tak ada lagi isu penelantaran PMI di Dubai. (RED-BN)