Gelombang tinggi sejak Sabtu (4/12/2021) dan Minggu (5/12/2021) terjadi di sepanjang pantai di Kabupaten Jembrana.

Jembrana (Metrobali com)-

 

Gelombang tinggi sejak Sabtu (4/12/2021) dan Minggu (5/12/2021) terjadi di sepanjang pantai di Kabupaten Jembrana.

Di pesisir Pantai Yehembang di Banjar Pasar Yehembang, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, gelombang tinggi merusak warung warga. Senderan pantai yang semula sudah rusak, bertambah rusak setelah diterjang gelombang tinggi. Badan jalan desa juga tertutup material seperti batu dan pasir.

Pemilik warung Komang Astawa mengatakan warungnya rusak setelah diterjang gelombang tinggi pada Sabtu (4/12/2021) dan Minggu (5/12/2021) malam.

Sementara Made Dartini, pemilik warung lainnya mengakui gelombang tinggi kerap terjadi di pantai Yehembang. Ia yang sebelumnya berjualan di sebelah selatan jalan, kini pindah ke utara jalan.

Terkait kejadian itu, Perbekel Yehembang, I Made Semadi mengaku sudah melaporkan ke BPBD Jembrana. Selain merusak warung warga, gelombang tinggi juga menambah rusak senderan pantai yang memang sudah rusak sejak lama.

Di tahun 2019 lalu, pihaknya sudah mengusulkan perbaikan senderan, namun hingga kini belum mendapat penanganan. “Kasihan warga kami. Mudah-mudahan segera mendapat penanganan” ujarnya, Senin (6/12/2021).

Dari informasi gelombang tinggi juga merusak pesisir Pantai Pebuahan di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. (Komang Tole)

Baca Juga :
Apindo : Devisa Hasil Industri di Bali Menurun