Diterima Rara Hita Sukma Dewi, DPRD Gunung Mas, Kalteng, Kunjungi DPRD Badung

single-image

 

Anggota Komisi IV DPRD Badung Luh Putu Rara Hita Sukma Dewi menerima rombongan DPRD Gunung Mas, Jumat (22/10).

 Mangupura, (Metrobali.com)

DPRD Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang dipimpin Wakil Ketuanya Neni Yuliani, Jumat (22/10) mengunjungi DPRD Kabupaten Badung. Rombongan DPRD hasil pemekaran Kabupaten Kapuas itu diterima anggota Komisi IV DPRD Badung Ni Luh Putu Rara Hita Sukma Dewi.
Tujuan kedatangannya, ingin sharing soal pariwisata, seperti pengelolaan wisata alam yang baru maupun yang lama, pembinaan dan pengelolaan Pokdarwis, serta trik atau strategi mengemas promosi pariwisata. Satu lagi soal pariwisata menyangkut sistem pengelolaan antara desa lokasi destinasi dengan pemerintah.

Selain soal pariwisata, rombongan DPRD Gunung Mas juga mempertanyakan soal minuman beralkohol, elpiji 3 kg, serta pembinaan UMKM sehingga tetap eksis termasuk pemasaran dari produksi UMKM.

Putu Rara Hita Sukma Dewi menegaskan, pariwisata merupakan salah satu ladang pendapatan asli daerah (PAD) bagi Badung. Karena itu, Badung menjadikan pariwisata sebagai salah satu dari lima prioritas pembangunan di Badung. “Dalam kondisi normal, 90 persen PAD Badung berasal dari sektor pariwisata terutama pajak hotel dan restoran (PHR),” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Soal Pokdarwis, soal pengelolaan destinasi pariwisata, serta strategi promosi, rombongan DPRD Gunung Mas memperoleh penjelasan rinci dari utusan dari Dinas Pariwisata Badung. Soal promosi pariwisata merupakan hal wajib untuk memberikan daya tarik bagi calon wisatawan. “Dengan promosi, calon wisatawan kian tertarik untuk datang,” tegas utusan tersebut.

Sementara itu, utusan Dinas Koperasi dan UMKM yang mendampingi Rara Hita menyatakan, soal minuman beralkohol perizinannya dilakukan lewat OSS. “Kami di kabupaten hanya bertugas melakukan evaluasi dan monitoring,” ujar utusan tersebut.
Untuk produksi minuman beralkohol lokal, tegasnya, sudah diatur dalam pergub yakni perajin diperkenankan memproduksi minuman beralkohol lokal sejenis arak. Walau begitu, pemasarannya dilakukan secara terkoordinasi oleh satu badan. (RED-MB)

Bagikan :
Baca Juga :
Bupati Suwirta Tutup KKN ISI Denpasar Tahun 2016 di Nusa Penida

Leave a Comment

Your email address will not be published.