Dinas UKM Dan Koprasi Pemprov Jatim Study Banding Ke Kopas Srinadi Klungkung

Metro Bali
single-image

Klungkung ( Metrobali.com )-

Dinas Koprasi Pemprov Jawa Timur hadir di tengah tengah pengurus Kopas Srinadi dalam rangka Study Banding. Kehadiran rombong yang dipimpin Dwi Sucipto itu diterima langsung oleh Menager Kopas Sri Nadi yang juga Bupati terpilih periode 2013 – 2018 I Nyoman Suwirta yang didampingi pengurus dan kepala unit Kopas Srinadi. Rombongan Pemprov Jawa Timur yang berjumlah 25 orang itu langsung diajak ditempat salah satu Unit Kopas Srinadi yaitu Kolam Renang Wisata Tirta yang terletak di Desa Minggir Klungkung. Kedatangan rombongan ingin mengetahui lebih banyak terkait kesuksesan I Nyoman Suwirta selaku Manager Kopas Srinadi hingga memilik 5 Unit usaha dengan 12 ribu lebih anggota koprasi.

Hal itu diakui Suwirta ketika usai menerima tamu dari Dinas Koprasi Pemprov Jawa Timur pada Kamis ( 21/11 ) di kediamannya. Ia katakan kedatangan rombong itu karena mereka mendengar berita kalau Kopas Srinadi Klungkung berkembang pesat. Mereka semua dari unsur Dinas Dekopin yang intinya mereka ingin mendalami dan keberadaan Koprasi Srinadi tentang kebenaran berita tersebut.bahwa Kopas Srinadi adalah koprasi paling besar nomor 100 di Indonesia dan no 1 terbesar di Bali serta secara nasional kita nomer 32.

Di sana tadi mereka berdiskusi terkait beberapa hal yaitu Historis Koprasi Srinadi, bagaimana me-minage usaha Koperasi Srinadi yang begitu banyak dan bagaimana melakukan pengelolaan anggota yang berjumlah 12 000 lebih dan yang tidak kalah pentingnya mereka menyampaikan bagaimana cara meregenerasi kepemimpinan sehingga nanti setelah Pak Nyoman jadi bupati itu tetap berjalan dengan baik. ” Jadi semuanya sudah terjawab sesuai dengan yang sudah kita lakukan tidak ada rekayasa ” ujar Suwirta.

”Yang jelas dalam hal regenerasi saya mempunyai konsep yang sudah saya sampaikan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menciptakan pemimpin yang lain jad. Kalau pemimpin yang tidak bisa menciptakan pemimpin yang lain birarti pemimpin bodoh, imbuhnya.

Baca Juga :
Real Madrid juara Liga Champions tiga musim beruntun, Bale cetak sejarah

Suwirta mengatakan bahwa dengan konsep itu Kopas Srinadi siapapun yang memimpin karena di Kopas Srinadi sudah banyak menciptakan pemimpin yang baru yang siap menjalankan roda kegiatan usaha Srinadi ini.

Lebih lanjut Suwirta menjelaskan bahwa mereka juga menanyakan bagaimana peran pemerintah baik kabupaten maupun dinasKoperasi Provinsi Bali. Dalam hal ini menurut Suwirta bahwa sebagai badan usaha yang dikelola tiap anggota dimana koprasi ini milik  masyarakat karena koprasi itu diwajibkan untuk mandiri dimana  anggota/masyarakat itu diwajibkan untuk mandiri jadi ada tidak ada pembinaan koprasi itu harus bergerak.

”Nah justru akan menjadi pertanyaan besar kalau koprasi yang ada itu hanya mengandalkan bimbingan atau bantuan dari pemerintah karena azas dari koprasi salah satu adalah kemandirian tetapi peran dari pada dinas koprasi tetap harus menunjukan perannya paling tidak.. Ya kalau baik semua, jadi koprasi koprasi yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik jelas itu tugas dinas koprasi untuk membina mereka. Namun dalam kenyataan di lapangan terkadang peran ini dinas koprasi tidak maksimal bekerja. Terutama kadang kadang koprasi dibentuk hanya menunggu bantuan ” ujarnya.

Ke depan Suwirta berharap juga dari pemerintah dan dinas koprasi untuk menyampaikan data yang sebenarnya koprasi koprasi mana perlu diperbaiki seperti mana yang sudah tidur dan lain sebagainya. Pembinaan itu benar benar dilakukan baik oleh dinas, sehingga nanti kebenaran dari  koprasi sesuai dengan apa yang ada di lapangan.

Ditanya apakah Srinadi mendapat bantuan dari kabupaten atau pemerintah.  Suwirta menjelaskan bahwa khusus Kopas Srinadi selama ini tidak pernah ada bantuan atau hibah. ” Paling hanya mendapatkan hadiah terkait dengan lomba lomba ” ungkapnya. Kopas Srinadi tidak pernah mengajukan Bansos, karena Suwirta yakin banyak sumber sumber  modal dana yang bisa didapatkan asal  mau berusaha dan bekerja. Dan, yang terpenting harus menunjukan akuntanbilitas dari pada koprasi itu sendiri sehingga dari pihak ke tiga yang mau bekerja sama dengan kita percaya yang akhirnya mereka tidak ragu lagi dengan keberadaan kita.

Baca Juga :
Persoalan Banjir Jakarta, Perlu Penanganan Komprehensif

Diakui pula kalau pinjaman dari bank ada, akan tetapi pihak bank juga berhati hati  memberi pinjaman. Keterbukaan dan transfaransi dari Koprasi untuk buat laporan agar bisa dibantu. Jadi koprasi koprasi itulah bagaimana kita menunjukan idealisme orang orang yang ada di koprasi seperti pengurus, pengelola, karyawan dan anggota.

Sementara itu Suwirta mengatakan kalau rombongan lebih banyak  mengucapkan selamat karena keberhasilan dirinya sebagai bupati dan beliau sangat antusias dengan keberadaan Koprasi Srinadi namun tetap dirinya mengatakan bahwa apa yang mereka lihat itu di Jawa Timur akan bisa lebih baik jika  dilakukan dan dirinya tidak mau terlena dengan sanjungan itu karena masih banyak yang belum dilakukan. SUS-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.