Kendaraan colt terjebak di deker yang ambruk di ruas jalan yang baru dikerjakan di Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat

Jembrana (Metrobali.com)-

Cara kerja pihak RSUD Negara dipertanyakan. Pasalnya seorang pasien ibu hamil Wati Suratmi (40) asal Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya Minggu (15/2) dinihari meninggal dunia saat akan melahirkan bayi. Diduga korban meninggal lantaran keterlambatan penanganan.

Dari informasi, korban yang bersuamikan Ketut Suartana (45) asal Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk ini sempat mengeluhkan sakit pada kandungannya. Korban yang sedang hamil tua ini kemudian diperiksakan di Puskesmas Gilimanuk, Sabtu (14/2).

Dari hasil pemeriksaan ternyata bayi yang dikandung telah meninggal. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Negara. Korban yang tiba di RSUD Negara, sekitar pukul 11.00 wita bukannya langsung ditangani. Namun diminta untuk menunggu kelahiran secara normal.

Korban akhirnya meninggal setelah ketuban pecah. Situasi tersebut, sempat membuat pihak keluarga marah. Pihak keluarga korban menilai telah terjadi keteledoran, lantaran tidak langsung melakukan oprasi caesar.

Bahkan dari informasi di RSUD Negara, suami korban sempat marah terhadap petugas medis dan mengancam akan melaporkan dan menggugat pihak rumah sakit.

Direktur RSUD Negara, dr Made Dwipayana, dikonfirmasi Minggu (15/2) membenarkan adanya kasus ibu hamil yang meninggal tersebut. Namun agar mendapat penjelasan lebih terinci pihaknya meminta agar dikonfirmasikan langsung kepada dokter yang menangani.

dr Iswara Somadiana Duarsa, dokter yang menangani pasien, dikonfirmasi terpisah membantah adanya kesahalan prosedur atau keterlambatan penanganan, namun sudah sesuai protap.

Menurutnya untuk mengeluarkan bayi yang telah meninggal harus dilahirkan secara normal. sehingga pihaknya memberikan perangsang atau induksi dengan harapan bisa masuk dalam proses persalinan.

Sekitar pukul 02.00 wita, terjadi pecah ketuban, namun korban tiba-tiba mengalami sesak nafas. Melihat kondisi korban, pihaknya kemudian melakukan pemasangan oksigen dan infus. “Kita sudah berusaha sesuai protap, tapi korban tak tertolong. Korban meninggal sekitar pukul 02.30 wita” terangnya. MT-MB

Baca Juga :
Rayakan International Nurse Day Pemkot Denpasar Beri Penghargaan DPK PPNI Berprestasi