Gianyar (Metrobali.com)-
Warga di Banjar Buda Ireng, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar dibuat resah oleh lepasnya seekor kera yang diduga peliharaan warga, resahnya warga tersebut terjadi karena kera tersebut sering mengganggu warga dengan mencuri buah-buahan dan merusak banten milik warga serta terkadang dikhawatirkan dapat menyerang warga.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, Senin (23/11) Kera berukuran besar itu masuk kepemukiman penduduk dengan makan buah-buahan milik warga. Selain itu kera berukuran panjang 1 meter merusak tanaman, merusak genteng, merusak murde rumah. Yang mengkhawatirkan, saat hendak diusir warga menggunakan batang (Joan) bambu kera itu malah galak dan menyerang warga. Sehingga kemunculan kera ini meresahkan warga.
Warga minta kepada petugas BKSDA, BPBD Gianyar dan instansi terkait bisa menangkap kera yang sudah meresahkan. Warga tidak berani menembaknya, karena takut berurusan dengan hukum, sebab dalam Pararem Desa sudah mengatur tentang perlindungan binatang/satwa.
Kelian Dinas Buda Ireng, Nyoman Subawa, Senin (23/11) mengatakan kera ini sudah sangat meresahkan dan mengkhawatirkan warga. Mengkhawatirkan bagi anak-anak yang sebagian tinggal dirumah. Selain itu, kera ini merusak tanaman dan makan buah-buahan milik warga seperti buah manga, pisang dan lainnya.
Selain merusak tanaman, kera ini juga merusak bangunan rumah warga seperti merusak murde, “pemucu genteng”. Bahkan binatang ini sudah tidak takut dengan manusia.Ketika ketemu dengan warga dewasa monyet ini memperlihatkan gigi tajamnya.
Disinggung apakah kera ini tidak ditembak atau diburu? Subawa mengaku sudah ada awig-awig tidak boleh menembak satwa.
Subawa mengaku petugas BKSDA sudah pernah ke sini 2 bulan lalu. Diberikan pisang diisi bius, namun sayang kera tersebut tidak mau memakannya. Bahkan sempat ditulup, namun kera lari sangat kencang dan menghilang. “Kami mohon instansi dan pihak terkait untuk  menanganinya,” ujarnya.
Warga Banjar Buda Ireng, Made Sukartha (53) dihubungi menambahkan keberadaan kera ini sudah seminggu, namun dirinya mengaku sudah melihat sejak  Sabtu (21/11) lalu. Kera tersebut, masuk kerumah penduduk dan bertenger digenteng rumah warga. Saat salah seorang warga mengusirnya menggunakan “joan”bambu kera tersebut malah garang dan menyerangnya, sehingga warga menjadi takut.
Kera tersebut datang ketika lapar pada pagi hari, dan malam harinya kera itu diduga tidur dipepohonan sebelah timur Banjar setempat.
Sukartha mantan anggota DPRD Gianyar ini minta kepada petugas BPBD Kabupaten Gianyar dan instansi terkait untuk menangkap kera tersebut karena sudah meresahkan warga. Sebab 3 tahun lalu warga juga sempat diserahkan dengan kemunculan kera dan sempat menyerang dan melukai warga Desa Batuyang, Sukawati.
“Dulu di Desa Batuyang, ada kera masuk kepemukiman penduduk dan menyerang warga, sehingga warga sekarang menjadi trauma. Untuk itu, kami mohon bantuan petugas BPBD Gianyar dan instansi terkait untuk menangkapnya,” kata Mangku Sukartha panggilannya.
Sedangkan Plt BPBD Kabupaten Gianyar, Ngakan Dharma Jati dihubungi mengaku pihaknya belum mendapat laporan dari bawah terkait kemunculan seekor kera masuk keperumahan penduduk.Atas informasi ini, pihaknya menunjuk anak buahnya untuk mengeceknya kelapangan, untuk selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan BKSDA. “Saya perintahkan untuk mengecek kelapangan dulu, untuk selanjutnya koordinasi dengan pihak KSDA untuk langkah selanjutnya,” tandasnya.

Pewarta : K Catur

Editor : Whraspati Radha