smt5
Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di denpan ratusan wirausaha muda dalam Enterpreneur Festival ke-3 tahun 2016 di Hotel Haris Denpsar/MB

Denpasar, (Metrobali.com) –

Dalam smart city ada dua komponen penting yang sangat menentukan yaitu ekonomi untuk pertumbuhan prosperiti dan culture (kebudayaan) untuk menentukan happiness. Kebudayaan itu sendiri didalamnya terdapat kepercayaan, tradisi serta kreativitas. Dua komponen ini sangat penting antara prosperiti dan happiness yang merupakan tujuan dari kota.  Hal tersebut disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra di denpan ratusan wirausaha muda dalam Enterpreneur Festival ke-3 tahun 2016 di Hotel Haris Denpsar. Dalam kegiatan tersebut juga di hadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly D. Mantra.

Menurut Rai Mantra bahwa kota tidak hanya sekedar pertembuhan ekonomi namun ada pengendali yang memberikan happines pada masyarakatnya yaitu kebudayaan. Untuk kebudayaan itu sendiri Kota Denpasar memiliki akar budaya yang kuat dimana diperankan oleh orang-orang seni. Dengan adanya potensi yang besar tersebut Rai Mantra berkeinginan mewujudkan Denpasar sebagai kota animasi. Dengan didukung Kementerian Perindustrian telah terbentuk Bali Creative Center yang sebelumnya bernama Santraha Griasta. Bahkan pemerintah pusat telah membentuk incubator pelatihan informasi teknologi. “Kota Denpasar telah memiliki infrastruktur untuk menjadi kota animasi mulai dari sekolah sampai pada industrinya,” ujar Rai Mantra. Namun suprastrukrnya yaitu sumber daya manusianya harus perli disiapkan. “Bisnis animasi merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Kalau ada yang ingin berbinis animasi Kota Denpasar telah mempersiapkan infrastruktur tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Rai Mantra menambahkan permasalahan Smart City terdapatnya tingginya pertumbuhan urban. Hal ini kemajuan yang pesat terjadi di kota besar seperti Kota Denpasar hal ini mengundang para urban untuk mengadu nasibnya di kota besar tanpa memiliki kompetensi sehingga kalah dalam persaingan. Kalau tidak mampu mengendalikan pertumbuhan urban tersebut kemudian hari akan menimbulkan permasalahan sosial yang besar bagi kota itu sendiri. Untuk itu Smart City menawarkan suatu konsep penanganan masalah perkotaan tersebut. Dengan Smart City bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengatasi permasalahan kota tersebut melalui aspek-aspek yang berhubungan dengan teknologi termasuk juga pertumbuhan ekonomi. Di Kota Denpasar dalam melakukan pelayanan telah mengarah pada penerapan jaringan online. Mengingat di era digital ini masyarakat menginginkan kecepatan dan ketepatan yang merupakan kata kunci dari pelayanan yang terdapat dalam online ini.

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mencontohkan diera keterbukaan informasi ini menjadi kekuatiran para orang tua murid dalam melakukan pengawasan pendidikan anaknya. Untuk itu pihaknya telah menerapkan absensi wajah pada siswa termasuk pengawasan pembelajaran di ruang kelas yang bisa diketahui secara langsung oleh orang tua murid melalui androidnya. Tidak hanya itu dalam menangani permasalah perkotaan Rai Mantra mengaku telah menerapkan online dalam mengawasi pemecahan setiap permasalah oleh aparaturnya. “Ini menjadi ukuran kinerja setiap aparatur pemerintahan,”ujarnya. GST-MB

Baca Juga :
BPK RI Perwakilan Bali Serahkan LHP