Foto: Kegiatan kegiatan Jumpa Dekanat FMIPA Tahun 2022 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.

Denpasar (Metrobali.com)-

Jumat tanggal 5 Agustus 2022 pukul 08.30 WITA, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana adakan kegiatan Jumpa Dekanat FMIPA Tahun 2022 dengan topik pembahasan Administrasi, Fasilitas, Akademik dan Kemahasiswaan yang bertujuan untuk mewadahi aspirasi mahasiswa ke dekanat dan sebaliknya.

Jumpa Dekanat ini dihadiri oleh Dekan Fakultas MIPA Universitas Udayana, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Wakil dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Koordinator Program Studi, Dosen Pembina Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas MIPA atau yang mewakili, seluruh Ketua Lembaga Mahasiswa di lingkungan Fakultas MIPA atau yang mewakili, dan perwakilan mahasiswa aktif di lingkungan Fakultas MIPA Universitas Udayana

Ketua panitia Ni luh Gresia Aurelia dalam paparannya, menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dipersiapkan selama 3 bulan dengan jumlah panitia 50 mahasiswa diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi mahasiswa FMIPA. Gresia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan output yg baik bagi FMIPA.

Selanjutnya Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Raihan Ahmad Arandi menyampakkan rasa terimakasihnya atas terselenggaranya Temu Dekan ini. Acara yang bertujuan sebagai wadah aspirasi mahasiswa ke dekanat diharapka dapat menjadi jembatan suara mahasiswa dan juga harapan atau masukan-masukan dari dekanat.

Dekan FMIPA Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc, Ph.D dalam sambutannya memyampaikan bahwa Seperti yg disampaikan oleh ketua panitia dan ketua DPM, acara ini sangat penting. Karna akan kami gunakan sebagai salah satu acuan kami dalam mengambil langkah-langkah. Kami juga terbuka untuk kritikan adik adik mahasiswa, karena itu dapat kami gunakan dalam memperbaiki kinerja kami. Harapan kami, dari jumpa dekanat ini, dapat memberi jawaban dan tidak menyediakan PR bagi adik-adik mahasiswa. kalau perlu selesai hari ini aspirasi dari adik adik supaya kita bisa menemukan kata sepakat. selepas memberi sambutan, Watiniasih sekaligus membuka acara jumpa dekanat secara resmi.

Baca Juga :
Kasus Meninggal Dunia Nihil, Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 5 Orang

Dekan Fakultas MIPA didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Informasi, Koordinator Program Studi serta Dosen Pembina Kemahasiswaan di lingkungan Fakultas MIPA memberikan tanggapan atas aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan juga memaparkan Kinerja Dekanat Fakultas MIPA Universitas Udayana

Jumpa dekanat dengan tema “Bergerak bersama menyuarakan aspirasi mahasiswa demi FMIPA yang unggul dan bersinergi di era new normal” yang dipantu oleh MC-Sebastian Laurent, dan Moderator-Rizal Afriadi Saragih berlangsung dengan baik. Berbagai aspirasi dan kesepakatan dihasilkan dari jumpa dekan kali ini. Diantaranya adalah

  1. Aspirasi pemekaran kinerja dekanDekan dan jajarannya selalu berusaha memaksimalkan kinerja dan membantu mahasiswa dalam perkuliahan. Namun mahasiswa juga diharapkan mampu untuk memberikan yang terbaik untuk fakultas, contohnya lulus wisuda tepat waktu yaitu pada 8 semester dan menempatkan pekerjaan setelah 6 bulan kelulusan.
  2. Aspirasi bidang administrasi Pihak dekanat selalu memberikan yang terbaik, para dekan dan jajarannya juga selalu memaksimalkan waktu untuk merespon semua permohonan mahasiswa contohnya terkait dengan surat-menyurat. Namun diharapkan juga kepada mahasiswa untuk menyiapkan segala sesuatunya yang menjadi syarat dan melalui setiap alur yang baik untuk memproses surat.
  3. Aspirasi bidang Fasilitas Terkait dengan perbaikan atau pembaharuan pendataan untuk alat-alat laboratorium, pihak tekanan memang memiliki dana pemeliharaannya namun itu masih tidak cukup untuk membeli peralatan baru yang layak dan memadai. Terkait dengan fasilitas ruang kelas yang membuat mahasiswa kesulitan pihak dekanat sudah mengajukan ke rektor dan rektor sudah memprosesnya. Terkait dengan permasalahan air yang ada di fakultas MIPA hal itu dapat dikarenakan karena posisi kampus yang berada di daerah bukit Jimbaran. Meskipun demikian, pihak tekanan selalu berusaha untuk memperbaiki kesalahan ataupun kerusakan yang ada. Terkait dengan fasilitas penunjang di ruangan kelas seperti lampu AC kipas dan proyektor pihak tekanan menyediakan dana pemeliharaan untuk hal tersebut namun itu dirasa tidak cukup untuk memperbaikinya. Maka dari itu diharapkan juga kepada mahasiswa untuk bijak dalam menggunakan fasilitas yang ada. Terkait dengan kurangnya penyediaan tempat pembuangan akhir dan pengelolaan limbah hasil praktikum hal tersebut sudah dibangun namun pihak tekanan masih bingung juga terkait adanya pembangunan gedung untuk pembelajaran baru ataupun untuk laboratorium baru apakah nantinya akan dipindahkan atau akan dibuat baru.
  4. Aspirasi Bidang akademik dan Kemahasiswaan Terkait dengan pembentukan BSO di fakultas MIPA masih dirasa kurang diperlukan karena ditakutkan juga akan mengganggu kegiatan-kegiatan lain. Terkait dengan PKM pihak fakultas sudah berusaha untuk memberikan pendamping kepada mahasiswa sehingga untuk PKM berikutnya diharapkan ada yang lolos. Pelaksanaan PILMAPRES itu menjadi tanggung jawab Ketua Himpunan Mahasiswa, BEM, dan didampingi Wakil Dekan bidang kemahasiswaan serta dosen pembimbing kemahasiswaan sehingga dapat dipersiapkan lebih awal lagi. Sistem alur verifikasi dan validasi poin SKP memang awalnya diserahkan kepada wakil BEM. Namun karena terjadi kesalahan atau pelanggaran yang ditemukan yakni memvalidasi sertifikat yang lama maka untuk validasi poin SKP diserahkan kepada pihak fakultas untuk menghindari kesalahan yang sama. Kurangnya koordinasi kejelasan penjadwalan di program studi  diharapkan agar mata kuliah minat mengikuti jadwal atau menyesuaikan jadwal mata kuliah wajib. Pelaksanaan waktu PKL yang dirasa terlalu lama sebaiknya mahasiswa melakukan perhitungan dan perbandingan dengan jam SKS yang ada. Meskipun dirasa ada penambahan waktu kemungkinan besar itu terjadi karena mahasiswa itu dirasa membutuhkan pendalaman terkait pelajaran yang diberikan. Sistem konversi mbkm yang kurang teresosialisasikan diharapkan kepada mahasiswa agar selalu mengikuti sosialisasi sosialisasi mbkn agar tidak ketinggalan informasinya. Waktu pelaksanaan KN MIPA yang terburu-buru sehingga tidak efektif, hal itu pihak dekanat juga menerima informasinya mendadak dari pihak Rektorat. Terkait dengan kurangnya kesepakatan dosen dengan mahasiswa untuk perkuliahan offline sehingga terlalu terkesan memaksa, untuk hal ini mahasiswa diharapkan lebih teliti lagi dalam membaca surat keputusan rektor. Mahasiswa sebenarnya sudah diharuskan untuk berkuliah tetap muka namun jikalaupun ada mahasiswa yang masih tidak bisa berkuliah secara offline dikarenakan sesuatu dan lain hal dapat memberikan alasan dan bukti pendukung yang jelas.
  5. Aspirasi dari Audiensi Terkait dengan kehilangan helm di parkiran sudah ada disediakan tempat penyimpanan helm dan sudah dilakukan kebijakan. Diharapkan juga kepada mahasiswa agar lebih disiplin lagi dan tidak teledor agar tidak terjadi kehilangan. Terkait dengan publikasi jurnal dekanan sudah memfasilitasi jauh-jauh hari bahkan diizinkan juga untuk tiap-tiap prodi mengupload 3 jurnal. Terkait dengan validator atau validasi SKP awalnya ditugaskan kepada wakil BEM, namun karena ada kekeliruan yaitu mempalidasi sertifikat yang lama maka untuk menghindari hal tersebut terjadi diputuskan yang akan memvalidasi SKP adalah fakultas sebagai syarat untuk wisuda. (rls)
Baca Juga :
Belum Menyerah, Sudikerta Perjuangkan Rekomendasi Cagub Bali

Sumber: https://www.unud.ac.id/