Milan, (Metrobali.com) –

Penyerang AS Roma Mattia Destro dikenai skors empat pertandingan oleh para ofisial liga pada Selasa, menyudahi akhir pekan impian bagi pemain yang berharap masuk timnas Italia untuk Piala Dunia tersebut yang mencetak trigol untuk Si Kuning-Merah.

Destro mencetak ketiga gol saat Roma menang 3-1 di markas Cagliari pada Minggu, namun ia menjadi korban dari pengambilan keputusan via televisi menyusul permintaan dari komisi disiplin Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Ketika Destro berusaha untuk menekel Davide Astori dari belakang, tangannya juga mengenai wajah pemain bertahan Cagliari itu. Astori diberi hukuman kartu kuning karena membalas perlakuan tersebut, namun bukti video memperlihatkan bahwa Destro – yang lolos dari hukuman – merupakan pihak yang bersalah.

Pernyataan para ofisial Liga Italia membenarkan bahwa Destro “tertangkap kamera televisi” melakukan “tindak kekerasan yang tidak terlihat oleh wasit” dan akan “diskors untuk tiga pertandingan.” Penyerang 23 tahun itu, yang berharap dapat menjadi bagian pasukan Cesare Prandelli untuk Piala Dunia, mendapat skors satu pertandingan yang terpisah setelah dinyatakan berpura-pura jatuh di kotak penalti tiga menit sebelum turun minum.

Kartu kuning itu memicu skors otomatis satu pertandingan, namun Destro sekarang akan absen pada tiga pertandingan Roma selanjutnya, saat menjamu Atalanta, bertandang ke markas Fiorentina, menjamu AC Milan, dan melawat ke kandang Catania.

Ia baru akan kembali bermain saat timnya menghadapi Juventus pada 9 Mei, pertandingan yang – dengan kondisi Roma tertinggal delapan angka di peringkat kedua – saat ini dibicarakan sebagai pertandingan yang berpotensi menentukan tim yang memenangi gelar.

Roma juga tidak akan diperkuat dua gelandang serang Alessandro Florenzi dan Miralem Pjanic saat mereka menghadapi Atalanta setelah kedua mendapat skors satu pertandingan karena akumulasi kartu kuning, setelah mereka mendapat kartu kuning di Sardinia.

Baca Juga :
Jalan Gilimanuk-Pekutatan Sisakan Masalah

Presiden FIGC Giancarlo Abete mengonfirmasi bahwa Roma akan mengajukan banding terhadap keputusan itu.

“Roma telah mengumumkan bahwa mereka akan mengajukan banding, yang akan didengarkan mengacu pada semua prosedur keadilan olahraga,” kata Abete.

Ini merupakan kedua kalinya Roma, yang terakhir menjuarai Liga Italia pada 2001, harus menghadapi persidangan televisi belakangan ini.

Gelandang Daniele De Rossi juga mendapat skors tiga pertandingan setelah tayangan-tayangan ulang televisi digunakan untuk mendakwa, bahwa dirinya meninju pemain Inter Milan Mauro Icardi.

Direktur umum Roma Mauro Baldissoni mengatakan ia percaya bahwa klub telah diperlakukan tidak adil pada fase penting musim ini.

“Kami terkejut dan cemas mengenai arah badan keadilan olahraga di fase ini pada musim ini,” kata Baldissoni kepada stasiun televisi resmi Roma.

“Kami telah berbicara mengenai insiden De Rossi pada pertandingan Roma vs Inter, pada kesempatan lain tayangan-tayangan ulang video digunakan untuk menghukum satu pemain kami.” “Wasit menilai situasi dan memutuskan untuk menghukum bek Cagliari dengan menghadiahi tendangan bebas kepada Roma.” “Bagaimanapun, kami sekarang mendapati diri ini kembali dihukum oleh tayangan-tayangan gerak lambat, pada sikap yang tidak memihak, setelah seseorang memasukkan peraturan ke dalam insiden.” “Kami hanya tidak tahu apa peraturan-peraturannya sekarang. Terdapat insiden-insiden lain di hari yang sama, yang dapat diinterpretasikan berbeda oleh wasit, namun itu tidak terjadi.”

(Ant) –