Denpasar (Metrobali.com)-
Aksi menolak kenaikan harga BBM dilakukan oleh puluhan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bali. Puluhan mahasiswa itu menggelar aksi dengan cara mendorong motor mereka menuju Kantor Gubernur Bali.  Sesampainya di Kantor Gubernur Bali, mereka langsung menggelar orasi. Aksi mereka pun mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian.

Uniknya, dalam kesempatan itu seorang aktivis perempuan membacakan surat cinta pertamanya yang ditujukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu diberi judul “surat cinta untuk Pak Beye”. Berikut isi surat cinta yang dibacakan oleh Mike, Aktivis KAMMI Cabang Kabupaten Badung.

“Pak, katanya bapak kerja dari pagi hingga malam hari. Saya salut pak. Katanya bapak seperti itu karena memikirkan rakyatnya. Saya bangga sekali. Bapak jarang tertidur. Dengar-dengar bapak mau menaikkan BBM. Jelas bapak tahu angka kemiskinan bertambah. Bapak tega dengan rakyat bapak? Bapak gak kasihan sama rakyat bapak yang bapak pikirin sampai malam tidak tidur. APBN defisit, penyebabnya bapak juga sudah tahu. Kenapa rakyat yang bapak korbankan. Please pak, ini surat cinta pertama saya. Jangan jadikan subsidi BBM kambing hitam sebagai penyebab defisit. Defisit disebabkan ketidakbecusan bapak mengatur penggunaan anggaran. Jangan jadikan rakyat bapak peminta-minta. Hargai kami agar rakyat tak dibuat manja. Tapi yang dapat bukan rakyat bapak, tapi pejabat yang perutnya terus membuncit,” demikian penggalan surat cinta yang dibacakan di tengah rintik hujan itu.

Sementara itu, Ketua KAMMI Bali Sahlan menjelaskan, aksi yang dilakukannya sebagai bentuk kecintaan terhadap Bangsa Indonesia. Ia ingin agar Indonesia menjadi negara yang hebat. “Katanya kita akan swasebada pangan. Tapi, ketika harga BBM dinaikkan, jelas hal itu mimpi belaka. Subsidi membengkak akibat keteledoran dalam mengelola anggaran sehingga menjadi kebocoran,” kata Sahlan.

Baca Juga :
Denfest ke-14 Siap Digelar,  Jaya Negara: Program Padat Karya Berbasis Seni Budaya

Ia menilai kompensasi yang akan dikucurkan pemerintah atas kenaikan BBM melalui BLSM tidak dibutuhkan rakyat. “Kompensasi hanya sementara sifatnya. Rakyat tidak butuh itu,” tegas dia.

Sahlan mengaku akan terus menggelar aksi demonstrasi hingga pemerintah mengurungkan niatnya menaikkan harga BBM. BOB-MB