Foto: Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer (kiri) tampak mendampingi Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera (tengah) dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Duma (DPR) Rusia, Shamsail Saraliev di Moskow, Rusia, Selasa (25/2/2025).

Rusia (Metrobali.com)-

Anggota DPR RI asal Bali, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer yang juga merupakan Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI turut serta dalam delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang bertandang ke Moskow, Rusia, Selasa (25/2/2025) melakukan pertemuan dengan Majelis Federal Rusia.

Hadir dalam pertemuan ini Ketua BKSAP DPR Mardani Ali Sera yang didampingi Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia, khususnya dalam bidang perdagangan, energi, infrastruktur, dan pariwisata.

Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua Duma (DPR) Rusia, Shamsail Saraliev, delegasi Indonesia disambut hangat. Saraliev menegaskan bahwa Rusia memandang Indonesia sebagai mitra utama di kawasan Asia-Pasifik. Ia juga mengungkapkan rencana pertukaran proposal strategis guna memperdalam kerja sama kedua negara.

“Indonesia adalah mitra utama kami di Asia-Pasifik. Kami berharap hubungan ini semakin kuat dengan berbagai program kerja sama baru,” ujar Saraliev seperti dikutip dari council.gouv.ru.

Sementara itu Demer, yang juga Anggota Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI, menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama di sektor pariwisata. Wakil rakyat yang sudah lima periode mengabdi di DPR RI itu menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mendorong pembukaan penerbangan langsung Rusia-Bali sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata dan diplomasi ekonomi.

“Kami terus mendorong peningkatan kerja sama pariwisata Rusia-Indonesia, khususnya Bali. Apalagi, Presiden Prabowo sudah mendorong penerbangan langsung Rusia-Bali, yang akan menunjang pembukaan Konsulat Jenderal Rusia di Pulau Dewata,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Langkah ini semakin konkret dengan adanya maskapai nasional Rusia, Aeroflot, yang resmi membuka rute penerbangan langsung Moskow-Bali mulai September 2024. Kebijakan ini diharapkan memperlancar arus wisatawan Rusia ke Bali sekaligus meningkatkan investasi di sektor pariwisata.

Namun, Demer juga mengingatkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan pengawasan ketat terkait isu wisatawan Rusia di Bali. “Kita dorong kerja sama ini, tapi harus tetap ada pengawasan ketat terhadap wisatawan Rusia di Bali,” tegas politisi senior Partai Golkar itu.

Selain membahas pariwisata, delegasi Indonesia juga mengangkat isu perdagangan digital dalam agenda Konferensi WTO 2026 di Kamerun. Wakil Ketua BKSAP DPR, Muhammad Husein Fadlulloh, menyerukan agar Rusia dan negara-negara lain mempertimbangkan perpanjangan moratorium bea masuk e-commerce guna menjaga stabilitas perdagangan global.

“Kami membawa misi diplomasi yang sejalan dengan pemerintahan Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri,” kata Husein.

Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Rusia di berbagai sektor. Dengan sinergi yang terus terjalin, diharapkan kerja sama ini dapat memberikan manfaat konkret bagi kedua negara. (wid)