Foto: Sosialisasi Formalisasi Usaha Mikro Strategis, Deputi Bidang Usaha Mikro Asisten Deputi Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM di Pramana Zahill Kintamani, Bangli, Senin 5 September 2022.

Bangli (Metrobali.com)-

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih terus mendorong pelaku UMKM di Bali untuk memformalkan usaha mereka sehingga bisa lebih mudah mengakses bantuan pemerintah, mendapatkan permodalan hingga menarik minat investor.

Untuk itu wakil rakyat yang akrab disapa Demer ini mensosialisasikan bagaimana cara memformalkan usaha UMKM ini dalam acara Sosialisasi Formalisasi Usaha Mikro Strategis, Deputi Bidang Usaha Mikro Asisten Deputi Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2022 yang digelar di Pramana Zahill Kintamani, Bangli, Senin 5 September 2022.

Acara Sosialisasi Formalisasi Usaha Mikro Strategis diikuti para pelaku UMKM di Kabupaten Bangli. Dalam kesempatan ini hadir pula Tokoh Milenial Bali yang juga seorang pengusaha muda Agung Bagus Arsadhana Linggih atau yang kerap disapa Arsa Linggih alias AL. Tampak hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli dari Partai Golkar I Nyoman Budiada.

Pelaku UMKM didorong memformalkan usaha mereka dengan mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang berfungsi sebagai Perizinan Tunggal dan Identitas Berusaha bagi pelaku Usaha Mikro. Pelaku UMKM dapat membuat NIB secara online dengan mengakses layanan Online Single Submision atau OSS dengan mengunjungi laman www.oss.go.id.

Dengan memiliki NIB, pelaku UMKM dapat memperoleh berbagai manfaat antara lain legalitas usaha dan kemudahan akses permodalan dari lembaga keuangan seperti Kredit Usaha Rakyat atau KUR untuk mengembangkan usahanya hingga lebih mudah mendapatkan bantuan pemerintah.

Demer mengungkapkan masih banyak pelaku UMKM yang tidak peduli dengan urusan administrasi dan legalitas usaha. Akibatnya banyak bantuan pemerintah pusat tindak sampai kepada UMKM. Padahal tidak terlalu sulit memformalkan usaha melalui OSS.

Baca Juga :
Pangdam Jaya Resmikan TK Kartika Jaya X-6 Brigif-1 PIK/JS

“Tindak terlalu sulit memformalkan ushaa kalau dipelejari. Banyak UMKM kurang care administrasi dan bantuan pusat tindak sampai kepada UMKM karena ini kurang secara administrasi. Jadi sosialisasi ini kesempatan terbaik selesaikan persoalan tidak formalnya UMKM. Kalau orang ada KTP-nya, kalau pelaku usaha ada NIB-nya,” kata Anggota DPR RI empat periode ini.

Demer juga menyentil di Bali ini usaha UMKM adalah usaha riil tapi belum diformalkan, dicarikan izin dan belum dilengkapi administrasi lainnya. Sedangkan di luar Bali banyak yang usahanya belulm berjalan tapi perizinan dan administrasinya sudah ada lebih dulu.

“Usaha teman-teman di Bali banyak usaha riil benar tapi administrasi kurang. Banyak tempat di luar Bali usahanya tizak ada tapi surat-suratnya sudah ada. Jadi saya dorong teman-teman pelaku UMKM di Bali untuk mengurus NIB-nya,” ungkap politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng ini.

Menurut Demer yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini, UMKM Penting punya formalitas atau legalitas usaha karena tindak hanya untuk mengakses program dan bantuan pemerintahan tapi juga untuk meningkatkan kepercayaan rekan bisnis hingga bisa menarik investor.

Karena itu setelah acara sosialiasi ini, para pelaku UMKM diharapkan segera mengurus pendaftaran NIB dan menyebarkan informasi ini kepada pelaku UMKM lainnya.

Asisten Deputi Bidang Perlindungan dan Kemudahan Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM RI Rahmadi mengungkapkan, sesuai amanat Presiden Jokowi dalam peluncuran OSS diharapkan dapat memacu perbaikan peringkat kemudahan berusaha mulai dari peringkat 73 menjadi peringkat 40 di tahun 2024.

Pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mentransformasikan UMKM dan memformalkan UMKM dalam mewujudkan UMKM naik kelas.

Baca Juga :
Pembicaraan Iklim PBB Sepakati Pengurangan Buangan Gas Rumah Kaca

Tokoh Milenial Bali yang juga seorang pengusaha muda Agung Bagus Arsadhana Linggih atau yang kerap disapa Arsa Linggih alias AL mengapresiasi upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan berusaha dan menguatkan UMKM agar naik kelas dan bisa tembus pasar ekspor.

Untuk itu tokoh muda Bali yang juga Bakal Calon DPD RI dari Bali yang dikenal dengan tagline “Anak Muda Jago Berkarya” ini mengajak pelaku UMKM memanfaatkan kesempatan dan program dari pemerintah tentunya diawali dengan memformalkan usaha mereka.

“Penting untuk memformalkan usaha teman-teman dan mengurus administrasi. Jadi bisa lebih mudah mengakses bantuan pemerintah, kalau tidak jadinya seperti hantu, pemerintah juga tidak tahu benar ada usahanya atau tidak. Jadi saya meyakinkan teman-teman untuk memformalkan usaha dan segera mengurus administrasinya sehingga ketika ada bantuan dari pemrintah bisa tersalurkan dengan efektif,” kata tokoh muda lulusan kampus bisnis ternama di Amerika Serikat ini dan kini juga tengah membuat film layer lebar internasional tentang Bali.

Di sela-sela acara Arsa Linggih juga memberikan hadiah kepada para peserta sosialisasi yang mampu menjawab sejumlah pertanyaan yang diberikan panitia. Para pelaku UMKM ini mengaku akan segera mengurus NIB mereka seusai acara sosialisasi ini. (dan)