Foto: Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer.

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menilai ada peluang besar bagi pengusaha lokal Bali untuk masuk berinvestasi dan mengembangkan bisnisnya di IKN (Ibu Kota Nusantara). Terlebih sejauh ini sudah ada dua pengusaha atau perusahaan lokal Bali yang masuk di IKN bekerjasama dengan BUMN PT. Bina Karya (persero) yakni Coco Group (jaringan ritel, supermarket, restoran, hotel) dan Plaga Farm (pertanian modern).

Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali ini menyatakan bahwa ia melihat banyak peluang di daerah IKN saat ini karena pemerintah fokus pada pembangunan di sana. Tentunya ini juga bisa memberikan peluang besar bagi pengusaha-pengusaha lokal Bali. Demer juga mendorong para pengusaha muda, generasi Z para pendiri startup digital dari Pulau Dewata Bali untuk menangkap peluang di bidang ekonomi digital dan ekonomi kreatif di IKN.

Lebih lanjut Demer mengapresiasi keberanian Coco Group dan Plaga Farm mengambil peluang bisnis di IKN. Kedua perusahaan ini adalah contoh perusahaan lokal Bali yang dimotori pengusaha lokal Bali yang visioner dan jeli melihat berbagai peluang yang ada serta terus berpacu dengan kreativitas dan inovasi.

Demer menilai Plaga Farm, yang dimiliki oleh Gede Bingin Mustika, yang pernah menjadi anggota Golkar dan pengurus Kadin Bali, yang sudah bisa masuk ke IKN adalah langkah cerdas. Demikian juga Coco Group yang mana ownernya juga merupakan pengusaha Bali bernama I Nengah Natyanta.

” Gede Bingin Mustika adalah anak muda cerdas. Begitu juga Nengah Natyanta itu juga pengusaha yang cukup andal, mampu bersaing dengan pemain-pemain Indonesia. Pemain-pemain internasional bahkan bisa bersaing dengan Circle K bisa bersaing dengan Indomaret dan sebagainya,” tutur Wakil rakyat berlatar belakang pengusaha suskes dan mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.

Oleh karena itu Demer optimis dan yakin, baik Plaga Farm maupun Coco Group bisa survive di daerah IKN. Apalagi Plaga Farm saat ini terkenal dengan teknik pertanian modernnya yang tentunya sangat mampu bersaing di IKN.

Bahkan Demer mengungkapkan, saat Raja Arab datang ke Indonesia  yang dipilih adalah perkebunan dari Plaga Farm yang ada 7 kriteria. Dan yang paling kecil residunya adalah di Plaga Farm. Ini membuktikan bahwa pengusaha Bali murni mampu bersaing di tingkat internasional.

“Ini yang saya salut juga, anak muda datang dari daerah yang cukup kurang beruntung, daerah Kubu Karangasem, kemudian merantau, kemudian akhirnya mengembangkan ini. Ini saya rasa akan cukup surprise dan survive nantinya ke depannya,” ungkap wakil rakyat yang dikenal sangat totalitas dan getol membantu pembedayaan UMKM di seluruh Bali ini.

Selain di sektor ritel dan pertanian modern, Demer melihat masih banyak peluang bisnis yang bisa digarap pengusaha-pengusaha lokal Bali di IKN. Demer mencontohkan persoalan daging juga banyak yang sudah memenuhi kebutuhan-kebutuhan di daerah tambang.

Kemudian untuk di bidang entertainment, Demer mengatakan, sektor ini juga penting di IKN, terutama untuk restoran. Seperti diketahui, di Bali ada banyak restoran-restoran yang bagus yang sekarang sedang berkembang di Pulau Dewata.

“Bahkan ada restoran sampai antri di sini. Ada yang dua bulan antri, kemudian dia sudah mengembangkan di Jakarta juga,” kata wakil rakyat yang juga terus mendorong anak-anak muda Bali menguasai digital marketing atau pemasaran digital dengan rutin menggelar berbagai pelatihan digital marketing.

Demer kemudian mencontohkan salah satu anaknya yang telah sukses mengepakkan sayap bisnis restorannya sampai ke luar Bali. Berawal dari sebuah tempat yang sempit di daerah Canggu, kini sudah bisa membuka tiga restoran di Jakarta dan satu restoran di Surabaya dan kedepannya akan terus bertambah.

“Begitu juga salah satu anak saya juga mengembangkan restoran. Awalnya dari Canggu dengan tempat sempit gitu, sekarang udah ada tiga di Jakarta, satu di Surabaya. Dan ini sudah mau buka terus ini, hanya dalam waktu yang enam bulan ini,” ungkap Politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu.

Hal tersebut membuktikan bahwa pengusaha Bali memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan lagi. Apalagi sudah ada beberapa produk franchise dari Bali yang telah menyebar ke beberapa kota.

Tinggal sekarang mampukah pemerintah memberikan kesempatan kepada pengusaha-pengusaha lokal sesuai dengan tujuannya. Terlebih lagi tujuan pembangunan IKN itu sendiri adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada di Indonesia.

“Mudah mudahan nanti tujuan dari awal itu tidak melenceng lagi kemana-mana yaitu membangun negeri sendiri, membangun pengusahanya sendiri, mendayagunakan sumber daya alamnya dengan sebaik baiknya, tentunya untuk kesejahteraan, untuk pemerataan kita,” tutur wakil rakyat yang sudah empat periode di DPR RI dan kini terpilih kembali untuk periode kelima hasil Pileg 2024 itu. (wid)