keriputJakarta (Metrobali.com)

Timbulnya keriput pada wajah menjadi salah satu tanda-tanda penuaan yang dapat terlihat dengan kasat mata. Ada banyak faktor yang membuat keriput muncul pada wajah, misalnya saja faktor usia, kurangnya kesadaran diri untuk merawat wajah, serta iklim cuaca yang kering.

Hal tersebut dibuktikan oleh sekelompok ilmuwan asal Jepang yang mengatakan bahwa cuaca memiliki pengaruh terhadap keriput di wajah yang bisa timbul lebih cepat. Lantas bagaimana bisa?

Para ilmuwan tersebut melakukan sebuah riset yang melibatkan sejumlah relawan untuk tersenyum di dalam ruangan yang memiliki tingkat kelembapan 10 persen atau 80 persen. Dengan menggunakan teknologi, mereka akan meneliti apakah senyuman tersebut membuat kulit mereka menjadi berlipat dan mengerut atau tidak.

Hasilnya, para relawan yang berada di ruangan yang kurang kelembapannya merasa kulit mereka sangat kaku dan lipatan kulit mereka terlihat lebih jelas bahkan setelah percobaan tersebut usai. Hal ini menunjukkan bahwa tinggal di iklim yang kering memungkinkan Anda mengalami keriput lebih cepat.

“Dalam cuaca kering, air yang berada di dalam kulit Anda akan menguap dan pelembab yang digunakan juga akan menguap lebih cepat. Studi ini menunjukkan dengan objektif bahwa keriput akan lebih cepat muncul dalam jangka pendek maupun panjang,” kata dokter kulit berbasis di New York, Robert Anolik seperti dikutip dari Allure.

Namun jangan khawatir akan keriput yang bisa muncul kapan saja, ada baiknya gunakan krim wajah di pagi dan malam hari. Jika perlu, carilah yang mengandung asam hyaluronat dan ceramide serta gunakan facial mist dengan kandungan lidah buaya atau gliserin untuk mempertahankan kelembaban kulit.

“Kulit Anda harus mencapai titik kelembaban tertinggi sehingga Anda harus tetap menggunakan krim dan pelembab,” tutup Robert. Sumber : Wolipop

Baca Juga :
Pengamat: Baliho Puan karena aspirasi "akar rumput" untuk 2024