Tabanan, (Metrobali.com)

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya., S.E., M.M., menandai akhir pekan dengan menunjukkan dukungannya terhadap pembangunan masyarakat Desa Tuakilang. Saat itu pihaknya Ngupasaksi Uleman Pujawali lan Pemelaspasan Pura Bale Banjar Adat Eka Laksana Tuakilang Baleran yang berlangsung di Bale Banjar Adat Tuakilang Baleran, Desa Denbantas, Tabanan, Minggu (28/4).

Saat itu nampak hadir salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, Para Kepala OPD Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Camat Tabanan, serta Perbekel dan Bendesa Adat dan juga Krama Adat setempat yang menyambut hangat kehadiran Bupati beserta jajaran.

Pemelaspasan yang berlangsung pagi itu, mendapat apresiasi yang sangat baik dari orang nomor satu di Tabanan. Pihaknya menekankan pentingnya kebersamaan yang terjalin antar krama menjadi pondasi yang kuat dalam pembangunan di Tabanan. Sebanyak 263 KK bergotong-royong membangun Karya, menandai semangat kolaboratif yang mengalir di antara warga, yang mana manfaatnya nanti bisa kembali dirasakan bersama.

Dukungan dari Pemerintah Daerah yang tercermin dari kehadiran Bupati Sanjaya, memberikan dorongan moral bagi warga untuk terus berkontribusi dalam pembangunan. Ini juga menunjukkan, bahwa Pemerintah Daerah tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga turut serta dalam memajukan masyarakat secara bersama-sama.

Bagi Sanjaya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mencapai kemajuan yang berkelanjutan. “Pemerintah hadir dalam kegiatan ini, untuk memberikan dukungan, doa restu selaku Murdaning Jagat agar karya yang berlangsung bisa memargi antar labda karya sida sidaning don. Mari kita bergerak bersama saling bersinergi untuk mencapai Visi Tabanan Era Baru, dan kehadiran pemerintah ini harus bisa dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya saat itu.

Selain aspek keagamaan, Pemelaspasan Pura yang selalu menjadi perhatian Pemerintah ini juga merupakan wujud dari upaya pelestarian warisan budaya yang ada dan bernilai tinggi bagi masyarakat Tabanan. Ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang menekankan pentingnya pelestarian tradisi, adat, agama, seni dan budaya. Dimana hal tersebut juga merupakan pondasi utama bagi kemajuan daerah guna mewujudkan masyarakat yang Aman, Unggul dan masyarakat yang Madani.

Dalam konteks pembangunan yang bermula dari Desa, kebersamaan dan keterlibatan aktif masyarakat sangatlah penting. Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu dasar yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong-royong dan komitmen yang kuat, Desa Tuakilang diharapkan mampu menjadi contoh nyata akan potensi kolaboratif dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagaimana disampaikan oleh Kelian Adat Desa Tuakilang, I Gusti Made Sulaksana saat itu, pembangunan memang tidak kena urunan biaya dari masyarakat setempat, namun warga sangat kompak melengkapi biaya Pemelaspasan dengan memberikan urunan sebesar 100 Ribu Rupiah/KK, di mana jumlah KK setempat adalah 263 KK. Selanjutnya, untuk dana pembangunan berasal dari dana hibah Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Puncak Acara akan berlangsung Senin (29/4) dan hari ini dilaksanakan upacara Ngingsirang dan Ngebejiang, serta dipuput oleh Ida Peranda saking Griya Tuakilang. “Saya mewakili Krama setempat mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian yang selalu diberikan Bapak Bupati beserta jajaran. Hari ini, semoga bisa menambah semangat masyarakat dalam membangun dan kami juga terus berharap terus mendapat perhatian Pemerintah terutama dalam pembangunan-pembangunan yang akan berlangsung kedepannya,” pungkas Made Sulaksana. @prokopimtabanan,-