Klungkung (Metrobali.com)-
“Selain dirawat dengan baik, isi dari lontar agar dapat diturunkan, agar pengetahuan yang terdapat di dalam lontar tersebut dapat dipergunakan dengan baik oleh generasi selanjutnya,”pesan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat meninjau Kegiatan Bakti Saraswati bertempat di areal UPTD Museum Semarajaya Klungkung, Selasa (16/5).
Sekretaris Dinas Kebudayaan Pemkab Klungkung I Nengah Udayana menyampaikan kegiatan ini berlangsung selama satu hari, yang dilaksanakan atas kerjasama antara Dinas Kebudayaan Pemkab Klungkung dan UPTD Museum Semarajaya dan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Klungkung. Kegiatan Bakti Saraswati ini memiliki tujuan untuk  melakukan  konservasi lontar yang terdapat di Kabupaten Klungkung, dimana dalam pelaksanaannya terdapat 58 cakep milik museum Semarajaya dan
26 cakep milik masyarakat yang berkenan untuk dilakukan konservasi lontar.
Bupati Suwirta berkeinginan agar semua lontar yang ada di Kabupaten Klungkung dapat dilakukan konservasi lontar guna menjaga kelestarian dari lontar tersebut.
“Mari masyarakat Klungkung yang memiliki lontar bekerjasama dengan  pemerintah daerah dan penyuluh bahasa Bali dalam melakukan konservasi lontar,”ajak Bupati Suwirta terhadap Masyarakat Klungkung yang memiliki lontar.
Turut mendampingi Bupati Suwirta dalam kegiatan tersebut, Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja.
Sumber : Humas Pemkab Klungkung