Tabanan, (Metrobali.com)

 Wujudkan Harmoni dalam membina rasa toleransi, rasa saling menghormati dan menghargai antar umat manusia khususnya di Kabupaten Tabanan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, hadiri sekaligus membuka Pelaksanaan Dharma Santi Perayaan Nyepi Saka 1946 Kabupaten Tabanan 2024, yang digelar di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Kamis (28/3). 

Kegiatan Dharma Santi yang digelar usai pelaksanaan hari Suci Nyepi sebagai norma tahunan ini,  bertujuan untuk melestarikan dan melaksanakan petunjuk-petunjuk sastra suci agama Hindu sebagai tuntunan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan antar dan intern umat beragama di Kabupaten Tabanan dan sekaligus sebagai momentum meningkatkan persaudaraan antar umat beragama di Tabanan.

Diawali dengan lantunan Shanti Puja oleh Ida Sulinggih serta pembacaan sloka dari penyuluh agama yang nampak menambah kesakralan, rangkaian acara pagi itu turut dihadiri oleh Para Sulinggih dan Pemangku di Kabupaten Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Jajaran Forkopimda, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Tabanan, Sekretaris Daerah dan Para Asisten Setda serta Para Kepala OPD terkait, Para Camat beserta undangan terkait lainnya yang berkumpul dalam suasana harmoni.

Pelaksanaan Dharma Santi mengambil tema Sat Cit Ananda Untuk Indonesia Maju Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)” yang secara umum memiliki arti kebahagiaan yang abadi dan bersumber dari Tuhan. Diikuti oleh 300 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan perangkat daerah, organisasi subak, pecalang, yowana serta organisasi sosial kemasyarakatan lainnya. 

Dalam acara ini juga sekaligus dilakukan penyerahan punia (genta) kepada Ketua Paruman Sulinggih Kabupaten Tabanan, Perwakilan Mangku Kahayangan Jagat se-Kabupaten Tabanan, sekaligus penyerahan bantuan BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Tabanan kepada 349 Desa Adat se-Kabupaten Tabanan sekitar Rp. 2.094.000.000,- dan kepada 428 subak se-Kabupaten Tabanan, terdiri dari 233 subak, 11 subak Gede, 1 Subak Agung, 183 Subak Abian sekitar Rp. 1.540.800.000,-

Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu, sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya perayaan dari berbagai kegiatan keagamaan. Kita ini di Kabupaten Tabanan dalam melaksanakan Dharma, sudah sering diberikan apresiasi dan dijadikan contoh harmonisasi kerukunan umat beragama di Kabupaten Tabanan. Ini patut kita bersyukur, bahwa kita tidak pernah ada gesekan agama apapun di Kabupaten ini. Inilah yang membanggakan kita di Tabanan. Jadi, harus tetap dijaga dan dipupuk, karena melaksanakan ini tidaklah mudah, nampak sederhana tapi jika masuk kedalamnya, sangatlah kompleks,” papar Sanjaya. 

Sanjaya juga menerangkan, ada 5 Agama tapi dalam 1 wadah bisa duduk bersama-sama. Kita syukuri di Kabupaten Tabanan selalu dijadikan contoh dan tidak salah Tabanan diberikan Harmoni Award terkait keberagamaan dan keserasian kita tentang agama, suku yang perlu terus dijaga.  Harapan saya sekali lagi di Pemerintah Kabupaten, bagaimana kita melakukan hubungan yang harmonis lintas sektor,” jelasnya, sembari berharap Dharma Santi kedepannya, memiliki cakupan yang lebih baik dengan ruang lingkup yang lebih besar. 

Dalam Upaya meningkatkan pengetahuan dan pengamalan Roda Rohani umat dalam rangka meningkatkan sradha bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, disajikan Dharma Wacana yang disampaikan langsung oleh Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana,M.Si yang merupakan rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Surya Sugriwa Denpasar mengenai makna Hari Raya Nyepi dan Dharma Santi. Dimana, pihaknya mengajak untuk memelihara kebahagiaan terus-menerus selaras dengan alam yang kita lakukan, salah satunya melalui hari raya Nyepi. Hari raya Nyepi yang selaras dengan alam Bhuana Agung dan Bhuana Alit yang juga memberikan dampak baik bagi alam seperti mengurangi produksi karbon.

Inti Sat Cit Ananda, terutama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mendapat apresiasi dari Prof. Sudiana. Disampaikannya juga agar tetap menunjukkan implementasi tema ini. “Kesolidan antar pemimpin dengan yang dipimpin baik secara sekala maupun niskala, agar tetap solid dan memperbaiki kesalahan di Hari Nyepi ini kan kita beryoga untuk memperbaiki kesalahan, mengevaluasi kesalahan di masa lalu untuk keberhasilan di masa depan. Seperti dengan melakukan Yoga untuk menghilangkan noda, pikiran-pikiran yang tidak baik untuk mendapatkan Sat Cit Ananda dalam sekala kecil,” jelasnya. @prokopimtabanan,-