Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri perayaan HUT ST Budhi Dharma di Bale Banjar Kasianan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Sabtu (20/8).

Perayaan HUT Ke-26 ST. Budhi Dharma Banjar Kasianan

Badung, (Metrobali.com)

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT Ke-26 Sekaa Teruna (ST) Budhi Dharma Banjar Kasianan, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Sabtu (20/8) bertempat di Bale Banjar Kasianan. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Badung I Bagus Alit Sucipta, Anggota DPRD Badung I Gst Lanang Umbara, I Gst Ayu Agung Inda Trimafo Yudha dan I Gst Anom Gumanti, Kadisbud Badung I Gde Eka Sudarwitha, Plt. Camat Petang I Gst Bagus Adi Parwata serta Unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel Desa Pangsan I Made Gantiana, Bendesa Adat Pangsan Ida Bagus Surya Dharma serta tokoh masyarakat setempat. Dalam perayaan Hut ini Pemerintah Kabupaten Badung membantu dana sebesar Rp 2,5 juta dan secara Pribadi Bupati Giri Prasta membantu sebesar Rp 25 juta.

Dalam Sambutannya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengucapkan Dirgahayu Sekaa Truna Budhi Dharma yang Ke-26 semoga kompak dan jaya selalu dan rasa bangga, bahagia yang terucap karena Yowana sudah bersatu dimana pepatah mengatakan dengan bersatu maka setengah perjuangan akan berhasil dan bila tidak bersatu maka setengah perjuangan akan gagal. Maka dari itu diharapkan agar tetap bersatu, jika selalu bersatu Bupati Giri Prasta berkomitmen untuk siap selalu memfasilitasi kebutuhan sekaa teruna, dimana sekaa teruna ini adalah agen perubahan yang paling baik dari sekarang untuk masa depan. “Di Banjar kasianan ini ada 3 pilar yaitu Wimuda, Winarta, dan Wiwerda. Wimuda anak-anak SD ke bawah, sedangkan Winarta adalah Sekaa Truna yang sudah bisa memilah, memilih mana yang baik dan benar, dan terakhir Wiwerda harus bersatu, dan juga yang paling penting bagi sekaa teruna/anak-anak Muda tidak mabuk-mabukan mengganggu ketertiban umum, tidak menggunakan Obat-obatan terlarang Narkotika maupun Narkoba,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta juga mengatakan sekarang ini WiFi sudah masuk ke banjar-banjar, karena banjar merupakan tempat creative space mini expo. “Disinilah tempat dan wadah anak-anak generasi milenial untuk membuat sebuah akselerasi, bagaimana menjadikan yang tidak ada menjadi ada, apalagi di era sekarang ini tidak ada yang besar mengalahkan yang kecil dan yang kecil mengalahkan yang besar, yang ada lambat dikalahkan yang cepat,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua ST. Budhi Dharma I Gusti Ayu San Yogi Partini melaporkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ini mengusung tema “Meningkatkan Kreatifitas dan Solidaritas Generasi Muda Berdasarkan Tri Hita Karana” dimana dalam tema ini sudah diimplementasikan ajaran Tri Hita Karana, seperti melaksanakan hubungan manusia dengan Tuhan dengan melaksanakan implementasi kegiatan mereresik di Pura Pucak Meru. Yang kedua hubungan manusia dengan manusia seperti contoh telah mengimplementasikannya dengan kegiatan lomba-lomba dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan yang terakhir hubungan manusia dengan lingkungan seperti diimplementasikan melalui kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan di sekitar area Pura Pucak Meru. “Dalam pelaksanaan kegiatan ini kami sekaa truna menghabiskan dana sebesar Rp 25 juta yang bersumber dari dari kas sekaa teruna, sumbangan dari anggota DPRD dan tokoh masyarakat serta penggalian dana berupa bazar babi guling yang telah kami laksanakan Tanggal 7 dan 8 Agustus 2022 bertempat di Bale Banjar Kasianan,” jelasnya seraya berharap dengan mengadakan kegiatan ini bisa dijadikan acuan dan mengingatkan masyarakat Desa Pangsan Khususnya di Banjar Kasianan, bagaimana pentingnya menerapkan ajaran Tri Hita Karana.

Lebih lanjut Bendesa Adat Pangsan Ida Bagus Gede Suryadarma, menyampaikan banyak terimakasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung serta undangan lainnya di acara HUT sekaa truna. “Dalam kesempatan yang baik ini kami berharap kepada Bapak Bupati Badung jika situasi sudah kembali membaik atau normal dan APBD Badung kembali pulih, mohon kiranya untuk melanjutkan pembangunan di wilayah kami khususnya Desa Pangsan yang dulunya kira sudah terealisasi namun karena situasi gering agung Pandemi Covid-19 yang melanda menjadi hambatan kelanjutan pembangunan di wilayah kami,” harapnya.

Sumber : Humas Badung

Editor : Sutiawan