Buleleng (Metrobali.com)-

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengajak mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar menjaga dan mengembangkan seni dan budaya lokal Bali agar tetap ajeg dan lestari.

“Seni dan budaya Bali harus terus dijaga dan dilestarikan karena merupakan nadi dari pariwisata yang menjadi andalan utama perekonomian pulau Dewata,” katanya saat membuka Kuliah Kerja Nyata (KKN) ISI di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan bahwa budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Budaya itu sendiri terbentuk dari banyak unsur termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan dan karya seni, sehingga tak terpisahkan dari diri manusia.

“Pulau Dewata dan Bali khususnya memiliki budaya adiluhung yang merupakan warisan para leluhur dan tetua kita, semua itu harus dilestarikan dan dikembangkan kembali utamanya oleh mereka yang bergerak di bidang akademik dan pertunjukan seni,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, ISI sebagai satu satunya perguruang tinggi seni di Bali hendaknya menjadi pelopor dan pencetus gerakan pengembangan seni dan budaya Bali.

Mahasiswa ISI, menurut dia, harus dapat menginspirasi generasi muda Bali secara umum,bersama sama bergerak terapkan kesenian lokal sebagai salah satu bidang yang patut ditekuni.

Sementara itu, pihaknya menyebutkan bahwa Buleleng memiliki seni dan budaya lokal Buleleng yang bermacam macamsangat perlu dijaga dan dipupuk supaya pertumbuhannya di zaman modern seperti sekarang ini.

Beberapa kesenian yang berasal dari Buleleng seperti Gong Kebyar, Kain Tenun Endek dan beberapa jenis kerajinan lainnya memberi contoh bahwa “Bumi Panji Sakti” merupakan daerah gudangnya seniman.

Tetapi, pihaknya menyayangkan budaya dan hasil kesenian asli Buleleng semakin bertambahnya usia, semakin pula terkikis sedikit demi sedikit kemajuan zaman dan globalisasi.

Baca Juga :
Jro Ray Yusha Angkat Bicara, Menolak Bandara Bali Utara Di Laut

“Kita bersama sama harus dapat membangkitkan kembali seni dan budaya Buleleng, dan generasi muda sebagai generasi penerus mesti menjadi garda terdepan dalam gerakan tersebut,” katanya. AN-MB