Mangupura (Metrobali.com)-

 Jalan Tol Diatas Perairan (JDP) yang menghubungkan Tanjung Benoa-Ngurah Rai an Benoa, Rabu (10/7) diupacarai dengan upacara Tawur Gentuh dan Melaspas yang dipuput oleh tiga sulinggih yakni Ida Pedanda Gde Putra Bejing, Griya Ciwa Tegal Jingga Denpasar, Ida Pedanda Griya Budha Jelantik Gunung Sari Ubud dan Ida Resi Bujangga Griya Gelogor Denpasar. Hadir Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Majelis Utama Desa Pekraman Provinsi Bali, Pimpinan PHDI Provinsi Bali, Bupati se-Badung, Wali Kota Denpasar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Propinsi Bali, Direksi PT. Jasa Marga Bali Tol, Direksi Konsusium, Direksi Sindikasi Bank, DPRD Provinsi Bali, Mangku Khayangan Jagat se-Bali, Mangku Khayangan Tiga se-Desa Adat Tanjung Benoa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Badung A.A.Gde Agung,SH selaku tuan rumah Upacara Tawur Gentuh dan Melaspas JDP juga mendapat kehormatan mendem pedagingan di Pura Padma Sari. Bupati menyampaikan, ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Badung khususnya dan Bali umumnya serta semua pihak atas doa restu dan dukungannya dari awal proses pembangunan jalan tol yang pertama kalinya di Bali ini, sampai dengan Upacara Tawur Gentuh dan Melaspas hari ini bisa selesai tepat waktu, selamat, bagus, baik dan kokoh. Upacara ini untuk mengharmonisasikan energy fisik, guna untuk memberikan aura/taksu, getaran spiritual untuk jalan tol yang telah dibangun ini dan kita semua yang memanfaatkannya, sehingga dengan demikian kesukertaan sekala niskala bisa tercapai.
Bagi Kab, Badung adanya pembangunan jalan tol ini sangat besar sekali manfaatnya/artinya, suatu upaya/langkah guna untuk memperlancar lalulintas/menekan/mengurai kemacetan yang terjadi di Bali/Badung Selatan dari persimpangan Patung Dewa Ruci ke Nusa Dua dan Nusa Dua ke Bandara Ngurah Rai Tuban. Lebih-lebih  sebentar lagi Kab. Badung akan menjadi Tuan Rumah Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2013 dimana prosesnya sudah berjalan serta even-even bertaraf internasional lainnya. “Dengan adanya jalan tol ini nantinya akan menjadikan suatu destinasi pariwisata tersendiri/destinasi pariwisata baru bagi Kab. Badung khususnya dan Bali umumnya, dengan demikian akan nada pengkayaan produk pariwisata baru kedepanya,”harap Gde Agung.  
Gubernur Bali Made Mangku Pastika, mengatakan, Bali dibangun berdasarkan satu kesatuan cosmis/hukum semesta Satyam Ciwam Sundharam yang artinya kebenaran, kesucian dan keindahan sebagai dasar peradaban dan kebudayaan Bali yang melahirkan kreatifitas yang sangat tinggi, termasuk penataan tata ruang Bali. Perumusan tentang skala dan niskala inilah yang menjadi taksu Bali selama ini, karena semua yang kita lakukan mengedepankan/diawali dengan upacara yadnya/spiritual/penyucian lingkungan.
“Semoga pembangunan jalan tol ini benar-benar memberikan manfaat bagi kita semua dan kesejahteraan rakyat krama Bali khususnya, Bangsa Indonesia umumnya. Demikian juga dalam pengoperasiannya selalu diberikan keselamatan, kelancaran, keharmonisasian dan kerahayuan. Pembangunan jalan tol ini guna mendukung/mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Bali Selatan juga untuk mendukung penyelenggaraan even-even Nasional, Regional dan Internasional yang digelar di Bali. Dalam pengoperasian jangka panjangnya benar-benar bisa memberikan sumbangan bagi suksesnya pembangunan di Bali, bagi peningkatan kesejahteraan Bali secara menyeluruh.
“Mengenai nama jalan dan tarif masuk jalan tol menjadi kewenagan Presedien/Pusat, Gubenur Bali akan mencoba mengusulkan dua nama yakni Jalan Tol Sukarno Hatta dan Jalan Tol Bali Mandara. Setelah itu pada Senin (29/7) mendatang akan diadakan uji kelayakan selama satu bulan. Gubernur berharap atas seijin Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widi Wasa juga Presiden Republik Indonesia setelah uji kelayakan mohon akan diresmikan Rabu (14/8) yang juga bertepatan dengan HUT Provinsi Bali, “ harap Mangku Pastika.
Komisaris PT. Jasa Marga Bali Tol I Wayan Blayu Suarjana melaporkan pembangunan jalan tol ini disamping mengedepankan kontruksi pembangun fisik juga tidak terlepas dari tatanan kehidupan agama hindu di Bali yang sebelum pemancangan tiang pertama, diawali dengan upacara pemarisuda/penyucian pada tanggal 21 Desember 2011. Pembangunan/pekerjaan jalan tol dilaksanakan selama kurang lebih empat belas bulan mulai awal April 2012 sampai dengan Juni 2013. Dimana saat ini telah dilaksanakan proses serah terima dengan para kontraktor, setelah ini dilanjutkan proses kelaikan jalan dari Kementerian PU Cq. Badan Pengatur Jalan Tol untuk diputuskan apakah jalan tol ini bisa/tidak dioperasikan untuk umum.
Lebih lanjut dikatakan sebelum Upacara Tawur Gentuh dan Melaspas Jalan Tol Tanjung Benoa Nusa Dua hari ini Rabu (10/7) pada tanggal 25 Juni 2013 dilaksanakan upacara mepiuning lanjut 8 Juli 2013 upacara mepepada Wewalungan, kemudian dilanjutkan pada tanggal 9 juli 2013 nuwur tirta di seluruh Sad Khayangan Jagat se Bali dan Khayangan Tiga se Desa Adat Tuban. PUT-MB
 
Baca Juga :
Ketua DPR : Hindari Pernyataan Memecah Belah Bangsa