Bukan untuk Wanita, High Heels Awalnya Diciptakan Bagi Pria
High heels atau sepatu berhak sudah menjadi bagian penting dalam mendukung penampilan wanita. Tapi Anda keliru besar jika berpikir awalnya diciptakan untuk kaum hawa. Justru pria lah yang menjadi alasan terciptanya high heels.
Elizabeth Semmelhack, kurator senior di Bata Shoe Museum, Toronto, Kanada, mengungkapkan, asal mula high heels berawal pada abad ke-10 saat para pria memerlukan sepasang sepatu yang nyaman untuk berkuda. Maka itu diciptakanlah sepatu dengan hak agar kaki sampai pada pijakan. High heels semakin eksis setelah orang Eropa mulai mengadopsi inovasi tersebut pada abad ke-17.
“Sejarah sepatu berhak untuk keperluan berkuda cukup panjang. Seperti yang kita tahu, cowboy juga memakai sepatu yang memiliki hak,” kata Elizabeth dalam wawancaranya di acara tv ‘Today Show’.
Foto: Penjual sepatu boots cowboy (Jeff Gentner/Getty Images)
Baru pada abad ke-18, para wanita mulai memakai sepatu berhak. High heels yang tadinya dipakai karena fungsinya, mulai berganti peran untuk mendukung penampilan.
Namun menurut penulis buku ‘Standing Tall: The Curious History of Men in Heels’ itu, tujuan pemakaian sepatu berhak pada saat itu bukan untuk memberi kesan kaki jenjang pada pemakainya.
Para wanita zaman itu memakai high heels agar kakinya terlihat kecil. Pasalnya, kaki yang mungil adalah salah satu konsep kecantikan yang berlaku pada masa itu. Lagi pula, hampir seluruh bagian kaki wanita tertutup karena rok, busana wajib para wanita kala itu, jadi mereka hanya bisa memamerkan ujung kakinya.
“Zaman dulu, high heels sama sekali tidak ada hubungannya dengan memanjangkan kaki karena kaki tertutup rok, jadi tidak ada yang peduli. Yang terpenting adalah kaki mungil,” ungkap Elizabeth.
Foto: Sepatu berhak kayu karya Vivianne Westwood (Getty Images)
Seiring perkembangan zaman, bentuk serta material high heels pun ikut berevolusi. Perubahan signifikan terjadi pada 1950an saat para pembuat sepatu mulai meninggalkan kayu sebagai material utama hak dan menggantinya dengan besi.
Hak yang terbuat dari kayu cenderung tebal sehingga terasa berat. Sementara besi dapat dibentuk lebih ramping dan lebih kuat menahan beban tubuh wanita. “Di situ lah, stiletto lahir, hak yang benar-benar langsing, sekecil jarum. Sebelumnya, itu hanyalah mimpi,” kata Elizabeth. Sumber : Wolipop
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.