Denpasar, (Metrobali.com)

Setelah merilis Dinasti Matahari kemarin, Navicula merilis Kembali ke Akar. Video klipnya dibuat oleh KITAPOLENG, orang yang sama dengan yang menggarap video klip Dinasrti Matahari.  Kembali ke Akar adalah single kedua Navicula yang ada di album Archipelago Rebel.

Tema dari single Kembali ke Akar, adalah semacam ingatan mengajak orang untuk mengingat kembali siapa identitas mereka, asal usul mereka. “Juga pengingat menjaga tradisi, apa yang sudah diwariskan oleh pendahulu kita. Agar kita bisa memaknai, memanfaatkannya, dan membuatnya relevan untuk jaman sekarang,” jelas Gede Robi, vokalis Navicula.

Di video klip ini terlihat jelas plotnya, di mana kita di dunia yang modern ini berperan, dengan beragam profesi, tapi alur plot ini ada plot kita melepas semua atribut  atau peran kita di dunia modern ini, untuk menuju identitas / asal-usul kita.

Ini penting karena bukan cuma Bali, tapi seluruh dunia, tapi mengarah ke yang namanya kemajuan dan perkembangan teknologi juga peradaban. Menurut kita, kemajuan yang ideal adalah kemajuan yang berangkat dari siapa diri kita, bagaimana lingkungan kita, apa saja pengetahuan yang kita punya, apa kebijakan lokal yang turun temurun dari generasi ke generasi.

Dengan pemetaan ini, kita mampu untuk berangkat dari apa yang kita punya, tapi dikembangkan dari sebelumnya. Melestarikani apa yang bagus dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.

Kembali ke Akar juga berarti pelestarian terhadap budaya kita. Ini yang berupaya kita angkat dalam setiap karya Navicula. Untuk mendukung Nation Branding Indonesia. Harapan kita adalah pendengar mendapat pesan, bagaimana kita melestarikan local wisdom, bukan dengan atribut atau fashion saja, tapi dengan melestarikan prinsip ideologi dan pengetahuan.

Video klip akan dirilis di kanal Youtube Navicula pada 10 Juni 2022. Album Archipelago Rebel sendiri akan dilepas tengah tahun 2022 ini. Tepat dengan perilisan album ini juga, Navicula akan membuat Panggung Musik di Renoma Cafe, Jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar.

Baca Juga :
Polisi Amankan Pemeras dan Minuman Keras di Sumedang

Lokasi pembuatan video dilakukan penuhnya di Bali. Ada tiga lokasi di Tabanan, di TPA Suwung, dan di Renon.

Ini juga menarik mengapa memilih lokasi TPA Suwung. Karena peradapan dan moderintas kita banyak sekali menghasilkan hal mudarat, yaitu sampah. Kembali ke Akar mengingatkan kita bahwa kemajuan teknologi sebisa mungkin tidak menghasilkan limbah dan sampah yang merusak alam. Alam dan budaya adalah satu kesatuan aset yang dimiliki Bali. Menurut Navicula, akar budaya bali adalah akar yang melestarikan budaya, tapi juga melestarikan alam.

Musik video ini bekerjasama dengan KITAPOLENG. Dibal Ranuh sebagai sutradara dan Jasmine Okubo sebagai koreografer. Dan Sandrina Malakiano sebagai Executive Produser. Untuk kostum, diarhakan oleh GAMA 1930 (Gung Ama & Indira Laksmi Busana).

Sandrina Malakiano sendiri namanya dikenal sebagai presenter berita nasional dengan rekam jejak panjang di dunia audio visual.

KITAPOLENG digagas sebagai arena dan ruang pertemuan multi seni, karya-karyanya seringkali hasil kolaborasi, kali ini musik video Dinasti Matahari yang digarap dengan kekuatan dari ciri khas KITAPOLENG yang banyak mengangkat tema budaya dan etnik nusantara dengan mengambil karakter suku-suku terbesar dari barat hingga timur Indonesia. (Kanalbali/RLS)