Jakarta (Metrobali.com)-

PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk menyatakan akan menaikkan suku bunga simpanan untuk merespon kenaikan suku bunga acuan atau BI rate yang baru saja dinaikkan oleh Bank Indonesia sebesar 50 basis poin dari 6 persen menjadi 6,5 persen.

“Kami akan menyesuaikan tingkat bunga dana kami,” kata Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni usai penandatanganan kerja sama dengan PT Askes (persero) di Jakarta, Jumat (12/7).

Terkait dengan besaran kenaikan suku bunga tabungan, Baiquni mengatakan pihaknya masih akan mengkaji hal tersebut. Namun menurutnya, kenaikan suku bunga tabungan tersebut akan berkisar sesuai dengan kenaikan BI rate yakni di kisaran 50 basis poin.

Baiquni menuturkan, sebelumnya BRI tidak menaikkan suku bunga ketika pada Juni lalu BI rate naik 25 basis poin dari 5,75 persen menjadi 6 persen. Akan tetapi, besaran kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin dinilai cukup besar, sehingga pihaknya akan menyesuaikan tingkat suku bunganya.

Per Maret 2013, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI sendiri sebesar Rp403,1 triliun yang terdiri dari tabungan Rp173 triliun, giro Rp58 triliun, dan deposito Rp173 triliun.

Baiquni menambahkan, pihaknya juga akan memonitor besaran kenaikan suku bunga simpanan bank-bank lain sebagai pertimbangan kenaikan besaran suku bunga simpanan BRI sendiri.

Sebelumnya pada Kamis (11/7) lalu, Bank Indonesia menaikkan BI rate sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen dari posisi sebelumnya 6 persen.

BI menyatakan, kebijakan itu diambil untuk memastikan inflasi yang meningkat pascakenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dapat segera kembali ke lintasan sasarannya.

Baca Juga :
Bazaar Indonesia di Brussel, 2 September 2017