BKKBN

Denpasar (Metrobali.com)-

Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat akan melakukan survei terhadap pasangan usia subur (PUS), peserta keluarga berencana (KB) aktif dan indikator bagi supervisor.

“Persiapan untuk melaksanakan kegiatan itu sedang dilakukan pelatihan asisten teknis bagi 57 peserta utusan dari sembilan kabupaten/kota di Bali,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Drs Humphrey Apon, MPA di Denpasar, Jumat (11/4).

Ia mengatakan, pelatihan tersebut untuk menyamakan persepsi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan survei berdasarkan blok sensus yang telah ditetapkan Puslitbang KB dan KS BKKBN pusat.

Survei PUS dan peserta KB itu mempunyai makna yang sangat penting dan strategis, mengingat tahun 2014 merupakan tahun terakhir dari pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahap I dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Humphrey Apon menjelaskan, ada sebelas sasaran pembangunan yang telah ditetapkan berkaitan dengan pelaksanaan kesejahteraan yang pro rakyat, khususnya program keluarga KB Nasional.

Dengan demikian dalam pelaksanaan survei kali ini ada tiga tahapan kegiatan penting yang harus dilaksanakan meliputi tahap pendataan responden pada blok sensus, pengumpulan data, analisa data dan pelaporannya, serta pelatihan pewawancara, supervisor dan korlap.

“Untuk terlaksananya kegiatan itu dengan baik perlu kesungguhan, kecermatan dan ketepatan dalam mendata responden, pembacaan kuesioner serta pengisiannya agar diperoleh data yang akurat dan bermutu,” harap Humphrey Apon.

Oleh sebab itu dalam mengumpulkan data hendaknya melakukan koordinasi yang efektif, supervisi yang intensif dan wawancara yang baik sesuai persyaratan .

Hasil survei akan bermanfaat sebagai bahan pengambilan kebijakan maupun keputusan serta bahan dalam menyusun program intervensi tahun mendatang.

Data hasil Sensus Penduduk 2010 yang telah ditetapkan dan tertuang dalam blok sensus merupakan referensi pengumpulan data di lapangan.

Baca Juga :
"Pengajian" jadi kode politikus golkar dan hakim

Ia mengharapkan petugas survei melakukan persiapan dan pemahaman materi secara baik sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik, sekaligus menghasilkan hasil survei yang bermutu. AN-MB