Buleleng, (Metrobali.com)

Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Tahun 2021 di Kabupaten Buleleng. Kali ini Momentum bersejarah ini diperingati di seluruh wilayah baik dari tingkat Kecamatan, Desa hingga Kelurahan di Buleleng.

Bahkan hal tersebut hanya dilakukan di Kabupaten Buleleng dan berbeda dengan daerah lainnya. Mulai dari upacara peringatan Hari Lahir Pancasila hingga beragam kegiatan/lomba di masing-masing kecamatan.

Dalam Upacara Peringatan Lahirnya Pancasila yang dilaksanakan pada Selasa, (1/6) kemarin. Dilaksanakan di seluruh kantor camat, desa/kelurahan di Buleleng dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19

Selain itu, pelaksanaan Bulan Bung Karno III di Bali tahun ini mengambil tema “Wana Kerthi Taru Prana Bhuwana” yang berarti pohon (hutan) sebagai nafas bumi (dunia). Selain gerakan penanaman pohon dan kebersihan juga ada kegiatan lainnya yangmana lomba tersebut sudah dimulai sejak 10 Mei 2021 hingga 10 Juni 2021 mendatang, seperti ;  lomba vlog, penerapan protokol kesehatan COVID-19 dalam pelaksanaan upacara panca yadnya, lomba vlog UKM Bali Bangkit Mesari serta lomba video dokumenter aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam tataran pelaksanaan Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Selain itu juga ada lomba dokumenter pengolahan sampah berbasis sumber di desa. Sedangkan kegiatan webinar yang mengambil tema memaknai dan mengkontektualisasi Tri Sakti Bung Karno yang akan digelar pada tanggal 6 Juni mendatang.

Sebelumnya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang ditemui usai mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2021 di Istana Negara secara virtual dari Kantor Bupati Buleleng, Selasa (1/6). Ia mengatakan bahwa Momentum Lahirnya Pancasila yang selalu diperingati pada tanggal 1 Juni menjadi sebuah momentum untuk mengingat kembali dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam Kehidupan. “Nilai-nilai luhur pancasila harus hadir secara nyata dalam kehidupan. Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan berkembang dalam kehidupan,” katanya.

Baca Juga :
Diperiksa Polda Bali, Yonda Modus Buat 'Perarem' Untuk Reklamasi Gading Sari

Hal senada juga diungkapkan Oleh Camat Banjar Gede Arya Suardana bahwa momentum Hari Lahir Pancasila ini dapat menjadi momentum untuk eling kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila dan semangat patriotisme para pejuang agar tetap terpatri di jiwa dan raga seluruh masyarakat.

“Sesuai instruksi langsung Pak Bupati, 17 Desa di Kecamatan Banjar tanpa terkecuali seluruhnya melaksanakan peringatan Hari Lahirnya Pancasila begitu pula di kecamatan, desa/kelurahan lainnya. Untuk lomba – lomba yang diselenggarakan juga, Kecamatan Banjar sudah mempersiapkan para pesertanya baik perseorangan maupun kelompok,”  ujar Arya Suardana

Sementara itu, perbekel Desa Banyuatis yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Banjar, I Gede Muliarta bahwasannya sangat antusias dengan peringatan lahirnya Pancasila ini sehingga harus dimaknai benar oleh seluruh masyarakat. Seperti apa perjuangan para patriot bangsa yang telah memperjuangan bangsa ini yang dulunya beragam suku, bangsa dan agama telah menjadi satu. “Mari bersama-sama selaku masyarakat dan warga negara untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari Pancasila,” jelasnya.

Gede Muliarta juga mengajak masyarakat khususnya masyarakat Desa Banyuatis untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Seperti kegiatan gotong royong, kerjasama antar dusun untuk menimbulkan kebersamaan sesuai dengan pengamalan sila ketiga Pancasila yakni persatuan Indonesia. “Harapannya adalah melalui kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat ini, seluruh sila dalam Pancasila dapat diaktualisasikan,” pungkasnya. (Stu)