foging

 Foging/MB

Karangasem (Metrobali.com)-

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virusdengue yang menginfeksi bagian tubuh melalui sistem peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang terinfeksi. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah menjadi masalah nasional karena jumlah penderita dan kematian yang diakibatkannya cukup tinggi, sehingga dapat menimbulkan keresahan masyarakat , termasuk di Bali. Karena itu diperlukan adanya suatu penanganan yang serius untuk mengantisipasi merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) khususnya di Kabupaten Karangasem yaitu dengan melaksanakan Kegiatan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN DBD).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya saat memberikan arahan dalam kegiatan Gertak PSN DBD 2016 di Lapangan Umum Ulakan Kecamatan Manggis Kab. Karangasem, Jumat (12/11/2016) pagi. Ia menyampaikan, Gertak PSN adalah gerakan yang dilakukan secara serentak dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dengan melakukan 3 M plus diantaranya Menguras, Menutup dan Mengubur serta mendaur ulang/ memanfaatkan barang barang bekas agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya (Breading Place) jentik nyamuk Aedes Aegpty sp.

Di Bali kasus DBD telah mencapai anggka 19 ribu kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 56 orang. Kasus DBD terjadi hampir di seluruh Kabupaten di Bali dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Badung. Namun, jika dilihat dari jumlah korban meninggal, maka Kabupaten Karangasem adalah salah satu daerah dengan jumlah kasus DBD tertinggi di banding dengan Kabupaten lainnya.”Ini sudah menjadi kasus yang sangat besar di tengah-tengah masyarakat. Demam berdarah kini bukan lagi ada di sekitar kita tapi telah ada di depan kita. Untuk itu mari kita memulai berantas dari rumah sendiri dan secara serentak,” imbuhnya.

dr. Ketut Suarjaya menambahkan, nyamuk Aedes Aegepty memiliki ciri khusus yaitu berwarna poleng (belang) dengan kemampuan bertelur dan hidup yang lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya. Nyamuk Aedes Aegepty kini tidak hanya bertelur di tempat-tempat yang memiliki genangan air namun bisa hidup di rest area-nya (tempat beristirahat nyamuk). Seperti di kardus -kardus, baju-baju yang digantung, pepohonan yang rimbun, rumput-rumput liar dan di tempat lainnya. “Contohnya di daun-daun pisang nyamuk pun bisa bertelur dan telurnya bisa bertahan hingga setahun. Jika turun hujan maka telur nyamuk tersebut akan segera menetas dan menyebarkan virusnya,” jelasnya.

Bupati Karangasem mengakui bahwa menurut data Dinas Kesehatan Karangasem, kasus DBD di Kab. Karangasem tahun 2016 mengalami peningkatan sangat tajam bila dibandingkan dengan kasus di tahun 2015. Tahun 2015 jumlah kasus DBD yang terlaporkan sebanyak 790 kasus, namun sampai bulan Oktober 2016 sudah mencapai 3.092 kasus. Berdasarkan stratifikasi desa tahun 2015, dari 78 desa/kelurahan yang ada di Kab. Karangasem, sebanyak 41 desa tergolong endemin DBD. Kondisi ini disebabkan karena Angka Bebas Jentik (ABJ) sebagai indikator keberadaan vektor penular DBD masih cukup rendah yakni 86% masih jauh dari target >95%. Banyaknya desa endemis dan rendahnya cakupan  angka bebas jentik ini merupakan ancaman karena berpotensi terjadi penularan DBD.

 “Kegiatan Gertak PSN DBD hari ini merupakan kegiatan yang dapat membangkitan kesadaran masyarakat dan kita semua dalam membrantas penyakit DBD. Kami menghimbau kepada masyarakat agar melaksanakan PSN secara berkesinambungan. Kegiatan ini harus dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, baik itu dilingkungan perumahan, perkantoran, sekolah-sekolah maupun fasilitas umum lainnya sehingga pemberantasan DBD dapat dilaksanakan secara optimal,” ujar Bupati Mas Sumatri.

 Kegiatan Ini Melibatkan Mahasiswa IKM Universitas Udayanan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undira, Mahasiswa Jurusan Gigi Poltekes Denpasar Stikes Bina Usadha, Jurusan Gixi Poltekes Denpasar Stikes Wira Medika, Jurusan Analis Poltekes Denpasar Akademi Keperawatan Kesdam, Jurusan Kebidanan Poltekes Akbid Kartini, Akbid Bali Wisnu Dharma Akademi Famasi Saraswati, Siswa SMK Farmasi Saraswati Keperawatan Poltekes Denpasar Stikes  Bali, SKPD Pemkab Karangasem, Siswa SMP 1 Manggis dan SMA 1 Manggis. RED-MB

Baca Juga :
Mediasi Petani dan Investor di Banjar Selasih Kembali Digelar, Inilah 4 Poin yang Telah Disepakati