Semarapura (Metrobali.com)-

Bentrokan di Desa Kemoning dan Desa Budaga, Kecamatan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Sabtu sore, mengakibatkan seorang warga tewas dan puluhan lainnya terluka.
Bentrokan yang dipicu perebutan Pura Dalem, kuburan (setra), dan pura di dalam kuburan (prajapati) terjadi sejak beberapa waktu lalu dan memunculkan pengerahan massa dua desa tersebut.
Pemantauan wartawan ANTARA, tidak kurang dari 26 warga Kemoning, Budaga, Ayung, dan Galiran mengalami luka-luka akibat bentrok yang terjadi sejak sekitar pukul 16.30 Wita.
Sebagian besar kena terluka tembak dari senjata yang diletuskan aparat Brimob. Awal kejadian sekitar pukul 16.00 Wita, warga Kemoning membawa “pelang wewengkon” atau tapal batas ke arah barat ke Jalan Flamboyan.
Kemudian aksi warga ini dihentikan petugas gabungan Brimob dan personel pengendalian massa (Dalmas). Mereka diminta untuk mundur.
Tiba-tiba datang lemparan batu dari arah timur serta mengenai aparat Brimob. Lemparan batu tersebut dibalas warga Budaga yang ada di sisi barat jalan. Aparat memberikan tembakan peringatan dan merangsek ke arah kedua kubu. Warga yang terluka kemudian dilarikan ke UGD RS Klungkung dan RS Bintang.
Polisi terus merangsek sampai ke gang mengejar warga yang membawa senjata tajam. Warga pun berlarian menyelamatkan diri. Dua aparat juga menjadi korban, yakni dari Brimob dan Dalmas Polda Bali.
Seorang korban warga Budaga dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar. Korban tewas terluka parah kena tembak pada bagian kepalanya. Korban adalah Ketut Ariaka (56).
Belakangan korban disebut dikabarkan meninggal dunia di RSUP Sanglah karena peluru menembus jaringan otaknya.
Baca Juga :
Komunitas Trail Jembrana Siap All Out Dukung Kembang Hartawan