Denpasar (Metrobali.com)

Dewasa ini, kebiasaan medongeng untuk anak-anak mulai ditinggalkan, padahal dongeng memiliki segudang manfaat yang berperan dalam pembentukan karakter anak. Tidak hanya dalam pembentukan karakter, beberapa manfaat dongeng diantaranya mendorong kreativitas, menguatkan kemandirian, dan mengasah keterampilan memecahkan masalah, serta manfaat yang paling penting adalah sebagai sarana penyembuhan. Untuk lebih menguatkan dan menemukan kembali esensi dari dongeng, Bentara Budaya Bali menggelar Pustaka Bentara yang mengulas seputar upaya penerbitan buku-buku dongeng edukatif sekaligus rekreatif, baik sedari penyusunan hingga kiat-kiat dalam mengisahkannya. Acara ini akan digelar pada Minggu, 30 September 2012 pukul 19.00 Wita bertempat di Jl. Prof. Ida Bagus Mantra no 88 A, Ketewel. Dengan menghadirkan Agung Bawantara penulis kumpulan dongeng “Tongkat Bicara Putri Saga”, akan dibahas pula mengenai peran mendongeng di masyarakat, termasuk tantangan cerita-cerita rakyat di tengah pengaruh kisahan era kini yang tampak seolah lebih menarik dan memikat, namun minim nilai-nilai kultural lokal yang positif.
Agung Bawantara lahir di Klungkung, 30 Januari 1968. Semula aktif sebagai pekerja sosial di Lombok, NTB, lalu menetap di Jakarta pada tahun 1993 dan bekerja sebagai wartawan tabloid “DeTIK”. Tahun 1995 terjun ke dunia audio-visual dimulai dengan menjadi periset pada pembuatan Film “Soero Boeldog” yang disutradarai Slamet Rahardjo Djarot.

Peraih Taraju Award 1995 turut merintis lahirnya tabloid “DeTAK” dan menjadi redaktur di sana. Namun setahun kemudian ia kembali mengecimpungi dunia audio-visual sebagai penulis skenario dan sutradara. Kini, nominee penulis skenario terbaik pada FFI 2004 ini kembali ke Bali untuk berkiprah memajukan sinema di pulau ini, termasuk menyelenggarakan kompetisi dan festival film dokumenter tingkat nasional.
Ia telah menulis beberapa buku di antaranya Dongeng Pengantar Tidur Tongkat Bicara Putri Saga dan 19 Dongeng Lainnya – Penerbit : Anak Kita (2012), Khazanah Negeriku Mengenal 33 Provinsi di Indonesia (2011), 101 Dongeng Menakjubkan : Dari Berbagai Negara dan Pendongeng Terkenal Dunia (2009), Jalan-jalan Bali ditulis bersama Maria Ekaristi – Penerbit: Gagasmedia, Jakarta, Suster N (Novel) – Penerbit: Gagasmedia, Jakarta, dan lain-lain.
“Tidak hanya sebagai pengantar tidur, mendengarkan dongeng ternyata juga bisa memberikan efek penyembuhan bagi anak-anak agar meninggalkan kebiasaan negatifnya. Patutlah bagi orang tua dan pendidik untuk lebih intensif menerapkan metode ini agar anak-anak bisa dibentuk karakternya namun tidak kehilangan masa-masa indahnya sebagai anak-anak.” sebut Juwitta K. Lasut, staf BBB.

Baca Juga :
Anggota DPRD Bali Minta Pemkab Bangli Batasi Galian C