Denpasar (Metrobali.com)-

Candi yang diperkirakan dari abad ke-XIV ditemukan di Banjar Saba, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar. Ketua Tim Peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar, I Wayan Suantika menjelaskan, benda purbakala yang hingga kini masih dalam proses penggalian itu sudah diberi nama.

“Namanya situs Penatih. Nama ini diberikan berdasarkan lokasi tempat di mana candi tersebut ditemukan,” kata Suantika di lokasi penemuan, Rabu 24 Oktober 2012.

Menurut Suantika, ia belum menemukan referensi baku soal penemuan candi tersebut. Namun jika dilihat dari struktur batu cadas yang digali, diperkirakan candi tersebut peninggalan abad XIV Masehi atau sekitar 600 tahun yang lalu.

Saat ini, imbuh dia, tim dari Balai Arkeologi Denpasar terus melakukan penggalian dengan jumlah kekuatan sekitar 22 orang dibagi dalam 2 shif. Jumlah ini terdiri dari 4 orang tenaga peneliti dan 4 tenaga yang diperbantukan dari Kantor Benda Purbakala Provinsi Bali. “Untuk sementara kami belum melibatkan masyarakat dalam penggalian agar prosesnya bisa dikontrol,” imbuhnya.

Sejak sepekan terakhir, Badan Arkeologi Denpasar melakukan penggalian di lokasi tertimbunnya candi dari ratusan tahun lalu. Lokasinya di Jalan Trengguli Gang IV D, Denpasar, tepatnya di Pasraman (pesantren umat Hindu) Ida Resi Bhujangga Wisnawa Ganda Kusuma di Banjar Saba, Kelurahan Penatih, Denpasar.

Penemuan candi ini bermula pada akhir September lalu, ketika lima orang warga setempat melakukan penggalian tanah untuk membuat resapan air. Saat penggalian mencapai kedalaman satu meter, para penggali menemukan batu padas ukuran 40 x 40 cm  berderet sepanjang 1 hingga 1,1 meter. BOB-MB

Baca Juga :
Perubahan iklim bisa dorong 100 juta orang ke kemiskinan