Kt Ardika saat dijenguk Kadis Kesehatan Jembrana dan Perbekel Candikusuma.

Jembrana, (Metrobali.com)-

Nasib Ketut Ardika (40) dari Banjar Tetelan, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya benar-benar memprihatinkan. Oleh keluarganya ia disekap dalam sebuah kamar bak sel tahanan lengkap dengan jeruji besi selama 16 tahun, sejak menginjak usia 24 tahun. Dia juga harus tidur hanya beralasan perlak dan bantal yang sudah lapuk dan bau.

Ditemui Selasa (11/11), anak bungsu dari sembilan sauadara ini nampak sedang duduk bengong sambil memegang jeruji besi di dalam kamarnya yang terkunci. Nampaknya ia baru saja habis makan. Pasalnya didalam kamarnya  terlihat piring plastik kosong dan botol air mineral.

Perbekel Desa Candikusuma, Wayan Bagiyasa mengatakan keluarga Ketut Ardika sebenarnya tergolong keluarga mampu. Ketut Ardika sendiri pernah mengenyam pendidikan SMA hingga tamat.  Ia juga pernah bekerja di Denpasar dan sebagai tukang ojek. “Dulu dia biasa. Kami dan warga disini juga tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini” ujarnya.

Dengan pengawalan polisi dan TNI, Kadis Kesehatan Jembrana, Putu Suasta, Perbekel Candikusuma, Wayan Bagiasa dan petugas kesehatan dari Puskesmas Melaya mencoba mendekatinya. Ternyata kedatangannya disambut Ketut Ardika dengan senyum sumringah.

Setiap pertanyaan yang diajukan, selalu dijawab dengan lancar oleh Ketut Ardika. Ia bahkan ingat dan menyebut nama ibunya, Nyoman Bakti (alm) dan ayahnya Ketut Nirta (alm). Bahkan ia sempat berbicara ingin jalan-ajalan, seperti orang lain.

Sebelumnya, Ketut Ardika yang sempat dirawat di RSJ Bangli lantaran sering gamuk, sempat ditemui Prof DR dr Luh Ketut Suryani. Kukunya yang panjang juga sempat dipotong. Suryani bahkan berkesempatan untuk memandikannya.

“Sesekali ajak dia keluar. Dia butuh kasih sayang. Binatang saja kalau diberi kasih sayang akan menurut. Tolong Pak nggih..perhatikan dan beri dia kasih sayang” pesan Suasta kepada Putu Ariyana, kakak Ketut Ardika, yang baru datang dari Melayat, sembari berjanji akan mengecek secara rutin kesehatannya.

Sementara itu, Putu Aryana, kakak Ketut Ardika mengakui sejak beberapa bulan belakangan Ketut Ardika jarang ngamuk.  “Kami akan merawatnya, mudah-mudahan dia cepat sembuh, karena kami juga ingin dia sembuh” ujarnya. MT-MB

Baca Juga :
Sekjen PDIP: Banyak pemburu rente di belakang impor