Foto: Alfa Prima menggelar Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Ibu PKK Desa Kedisan beserta Kader Posyandu yang tersebar di beberapa banjar.

Gianyar (Metrobali.com)-

Untuk meningkatan pengetahuan masyarakat desa, diperlukan berbagai cara salah satunya adalah memberikan sebuah pelatihan yang berguna bagi desa maupun masyarakat di dalamnya. Pelatihan yang diberikanpun akan sangat bermanfaat ketika desa tersebut berhasil mengimplementasikan dan dalam waktu kedepan dapat dijadikan sebuah pedoman dalam pengaplikasian di masyarakat.

Seperti yang kegiatan yang dilaksanakan oleh Alfa Prima pada tanggal 14 April 2022 yang bertempat di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh Ibu PKK Desa Kedisan beserta Kader Posyandu yang tersebar di beberapa banjar.

Pelatihan yang diangkat adalah Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diisi langusung oleh Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Kabupaten Gianyar.

Dalam pelatihan yang diberikan, sebagai tahap awal Ibu PKK dan Kader Posyandu diberikan teori mengenai Makanan Tambahan yang dapat diberikan kepada anak diatas 1 tahun, setelah pemberian materi dilanjutkan dengan praktek langsung yaitu pengaplikasian bahan makanan menjadi berbagai menu PMT.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta dari 7 banjar di Desa Kedisan. Dalam sambutannya Kepala Desa Kedisan Dewa Ketut Raka menyampaikan kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat berguna bagi Ibu PKK dan Kader Posyandu di Desa Kedisan.

“Ini merupakan pelatihan yang sangat ditunggu-tunggu sehingga kegiatan dalam PKK dan Kader Posyandu dapat berjalan kembali secara normal di masa pandemi,” katanya. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat didilakukan secara jangka panjang sehingga anak-anak di Desa Kedisan mendapatkan gizi yang optimal dalam masa pertumbuhan.

Baca Juga :
Di Desa Lebih, Beredar Spanduk "Hentikan Proyek Senderan Penuh Rekayasa Alasan Buat Taman"

Sebagai sesi akhir dalam pelatihan, seluruh peserta melakukan sesi testing pada makanan yang telah dibuat, yang dimulai dari segi rasa, nutrisi yang terkandung hingga tekstur yang disukai anak usia diatas 1 tahun. (rls)