Beijing, (Metrobali.com) –

Satu hari menjelang perayaan Imlek, situasi Kota Beijing mulai terasa lengang, termasuk sejumlah pusat perbelanjaan besar yang sepi pengunjung, kecuali supermarket lokal karena melayani keperluan masyarakat untuk merayakan Tahun Baru Tiongkok itu.

Pantauan Antara di Beijing, Rabu, moda transportasi publik dalam kota, seperti bus dan kereta bawah tanah atau subway juga tidak begitu padat penumpang seperti hari-hari biasa.

Sedangkan toko-toko kecil lokal mengumumkan akan menutup aktivitasnya mulai sore hari.

Meski begitu, kegiatan di stasiun kereta api, bandara dan terminal bus antarkota antarprovinsi masih dipenuhi para calon penumpang yang akan mudik ke kampung halaman, walaupun jumlahnya relatif lebih kecil dibandingkan dua pekan silam.

Untuk perayaan Imlek 2566, Tiongkok memberlakukan libur nasional selama satu pekan mulai 18 hingga 24 Februari 2015. Sedangkan Hong Kong hanya menetapkan tiga hari libur.

Kementerian Transportasi Tiongkok memperkirakan terdapat 2,8 miliar perjalanan warga pulang kampung, baik melalui darat, udara maupun laut. “Jumlah tersebut lebih tinggi 3,4 persen dibanding tahun lalu,” kata Juru Bicara Kementerian Transportasi Xu Chengguang.

Perayaan Tahun Baru Tiongkok yang disebut Chunyun di Tiongkok atau Festival Musim Semi ditandai dengan arus mudik besar-besaran selama 40 hari, yang pada tahun ini mulai 4 Februari hingga 16 Maret mendatang.

Meski begitu, libur resmi tahun baru tetap hanya tujuh hari.

Perayaan Tahun Baru Tiongkok merupakan salah satu liburan paling penting di Tiongkok. Warga akan lebih banyak menghabiskan waktu berkumpul dengan keluarga dan kerabat dekat, sambil menikmati berbagai kuliner khas tahun baru.

Terkait itu, Pemerintah Tiongkok telah meningkatkan kapasitas transportasi semisal penambahan 86 gerbong kereta api untuk tujuan Sichuan, Heilongjiang, Zhejiang dan provinsi lain.

Baca Juga :
Gubernur Bali : Jangan Perlakukan Imigran Seperti Penjahat

Begitu pun untuk transportasi udara yang diperkirakan akan mengangkut sekitar 45 juta orang atau meningkat delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pengamanan di setiap bandara, terminal bus dan stasiun kereta api juga diperketat. Pengamanan tidak saja dilakukan oleh petugas pengamanan, tetapi juga polisi dan beberapa personel militer.

(Ant) –