Klungkung, (Metrobali.com)

Inovasi Bedah Desa yang dilakukan secara berkesinambungan kini sudah semua desa  dibedah. 53 Desa dan 6 Kelurahan di tuntaskan dari Tahun 2016. Desa pertama yang dibedah Bupati Suwirta yakni Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida dan petualangan berakhir di Desa Kutampi dan Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (25/6/2021).

Cuaca mendung serta ditemani hujan gerimis tak menurunkan semangat Bupati Suwirta blusukan dari pagi, sore hingga larut malam dari satu tempat ke tempat lainnya menelusuri gang-gang pemukiman guna mengatasi permasalahan yang ada di desa seperti, keluarga miskin, air bersih, Infrastrukur, pendidikan dan potensi desa yang menjadi persoalan dasar di masyarakat belum sepenuhnya bisa diselesaikan.

Adapun evaluasi dari Bedah Desa Kutampi, ada beberapa temuan yang menjadi perhatian serius Bupati Suwirta yaitu keluarga miskin masih banyak yang belum ditangani. Data DTKS kebanyak tidak aktif. “kalau tidak aktif bisa di keluarkan, agar warga kita benar-benar bisa menerima haknya dan ODGJ bisa didaftarkan agar bisa menerima haknya juga, ” ujar Bupati Suwirta dalam perjalanan bedah desa.

Masalah infrastruktur jalan yakni pengalihan status jalan desa menjadi jalan Kabupaten. Sampah juga menjadi perhatian khusus, sampah masih berserakan diladang, belum ada tempat pengolahan sampah. Pihaknya meminta desa untuk melakukan gerakan Gema Tansaplas (Gerakan Puputan Sampah Plastik).

Masalah pendidikan, SD 3 Kutampi akan di regrouping. Regrouping ini merupakan upaya untuk mengatasi kekurangan tenaga guru, peningkatan mutu serta efisiensi biaya bagi perawatan gedung sekolah. “Pembelajaran siswa akan lebih oftimal serta sarana dan prasarana yang diberikan bermanfaat dengan baik,” jelas Bupati Suwirta dihadapan para guru.

Tanpa menunggu lama, Bupati Asal Nusa Ceningan ini langsung menugaskan kepada OPD terkait, agar segera menindaklanjuti. Lebih lanjut inovasi bedah desa ini sebagi bentuk komitmen dalam mengatasi semua permasalahan yang ada. “Kami tidak mau menerima laporan diatas meja dan kami turun bukan hanya menuntaskan masalah saja, Kami turun melakuakan pemetaan masalah,” Ujar Bupati yang tak mengenal lelah.

Baca Juga :
Sumsel Masih Diliputi Asap, 727 Hot Spot Teridentifikasi

Sementara dari evaluasi bedah desa Klumpu, Keluarga miskindan penanganan sampah juga menjadi perhatian Bupati Suwirta. “Kita saling bahu membahu menuntaskan permasalahan ini, mulai dari perbekel dan dinas terkait lainnya. Semakin kita turun data difabel, lansia dan keluarga miskin akan semakin terbuka dan termasuk sulitnya desa untuk menuntaskan ini, langsung kita tuntaskan ditempat,” jelas Bupati Suwirta.

Perbekel Desa Kutampi I Wayan Mustika, mengatakan luas wilayah Desa Kutampi, 13,14 Ha, terbagi atas 6 banjar dinas dan 11 Banjar Adat yaitu : Banjar Dinas Jurangpahit, Banjar Dinas Gelagah, Banjar Dinas Bayuh, Banjer Dinas Ponjok, Banjar Dinas Jurangaya dan Banjar Dinas Pulagan dengan penduduk Desa Kutampi sebesar 3605 Jiwa. “Kami berharap melalui bedah desa ini bisa teratasi semua permasalahan yang ada, ” harap Mustika

Perjalanan melelahkan sehari penuh sampai larut malam di Desa Kutampi dan Desa Klumpu dan diakhiri dengan sembahyang bersama di Pura Dalem Kerangkeng dan Pura Puncak Mundi. Suasana kabut tebal, hujan deras dan angin dingin menyertai persembahyangan. (RED-MB)