Denpasar (Metrobali.com)-

Bentara Budaya Bali (BBB) memutar film dokumenter karya seniman asal Bali, Minggu (19/5).  “Film yang kami putar di antaranya karya IGP Wiranegara, Putu Satria Kusuma, Putu Kusuma Widjaja, dan Gede Seen,” kata Putu Aryastawa dari BBB di Denpasar, Jumat (18/5).

Keempat pembuat film itu juga akan tampil sebagai pembicara dalam satu sesi diskusi yang menguraikan proses kreatif dan pandangannya menyangkut dinamika film dokumenter di daerah ini.

Putu Aryastawa menjelaskan, sosok IGP Wiranegara, Putu Kusuma Widjaya, Putu Satria Kusuma dan Gede Seen adalah para kreator yang luar biasa.

Mereka akan menampilkan karya-karya dokumenter kenyataan Bali kini serta secara mendalam merefleksikan berbagai sudut pandang dalam upaya menyikapi aneka perubahan yang terjadi di Bali.

Karya film dokumenter yang disuguhkan antara lain berjudul “Bali Menantang Masa Depan” karya IGP Wiranegara merekam suara-suara cemas yang terabaikan dalam perkembangan Bali yang konon disebut sebagai Pulau Surga itu.

Sementara Putu Kusuma Widjaja tampil melalui karya “Pintu Rumah” yang mengetengahkan fenomena tentang sampah yang hingga kini masih menjadi masalah yang belum dapat ditangani secara tuntas.

Gede Seen menyuguhkan film “Doa Dalam Satu Nafas” yang mencoba mengetengakan bahwa, perbedaan agama bukanlah masalah bagi anak-anak sekolah di sebuah desa kecil di Buleleng.

Sedangkan Putu Satria Kusuma tampil dengan film berjudul “Di Balik Topeng Bondres” yang berbicara tentang seni topeng bondres yang dikenal luas di Pulau Dewata.

Oleh sebab itu penampilannya segar penuh humor, namun tak luput menyisipkan pesan-pesan akan keseharian kini masyarakat Bali.

Putu Aryastawa menjelaskan, sinema-sinema dokumenter merupakan salah satu media yang cukup diminati masyarakat, berkat kemampuan mengangkat beragam tematik yang kontekstual.

Baca Juga :
Pemkab Bangli Optimalkan Pembangunan Klaster Ekonomi Masyarakat

Hal itu antara lain menyangkut masalah kebudayaan, politik, kesenjangan ekonomi, hingga fenomena sosial. INT-MB