Jembrana (Metrobali.com)-

Menjadikan Pasar Umum Negara menjadi dua lantai, dimana lantai dasar rencananya akan dijadikan basement (tempat parkir) dan lantai dua dijadikan tempat berdagang,  ditolak sejumlah warga pedagang di Pasar Umum Negara. Pasalnya sejumlah pedagang merasa dirugikan, apalagi mereka harus pindah ke pasar patron di eks Negara Theater dan bedeng-bedeng selama satu tahun.

Hal tersebut terungkap saat Kepala Dinas Diperidagkop Jembrana, Ni Made Ayu Ardini didampingi Kabin Perdagangan menggelar sosialisasi terkait rencana pembangunan basement dengan sejumlah perwakilan pedagang Pasar Umum Negara di Wantilan Pura Melanting, Senin (11/11).

Pada pertemuan itu, umumnya warga pedagang menolak jika Pasar Umum Negara dijadikan basement. Mereka lebih setuju jika dilakukan perbaikan namun bukan pembongkaran.

Pada kesempatan itu, warga pedagang juga memberikan solusi tempat parkir seperti di terminal bus dan Patron yang dianggapnya sangat luas. Juga membuat tempat parkir diatas seperti parkir milik swalayan Hardis.

Selain itu, sejumlah pertanyaan yang diajukan pedagang juga tidak mampu dijawab oleh pihak Disperidagkop Jembrana, seperti pertanyaan yang diutarakan Wayan Sumatra (52).

“Bagi yang memiliki los lebih dari satu, berapa los yang didapatkan pedagang, jika basement sudah dibangun. Karena tersebar isu, bahwa pedagang yang memiliki los lehih dari satu, hanya mendapatkan satu los” ujar Sumatra.

Made Sumidra perwakilan los F dan Edy perwakilan los D, Made Sutini dan Dewa Ayu Mega juga mempertanyakan kenapa dalam pembangunan basement harus mengobankan pedagang di Pasar Umum Negara, sementara swalayan Rahayu yang jelas-jelas tidak memiliki tempat parkir tetap dibiarkan.

Atas semua masukan dan pertanyaan dari warga pedagang, Kadis Diperindagkop Jembrana, Ni Made Ayu Ardini hanya bisa menampung. Pihaknya juga berjanji akan menyampaikan masukan dan pertanyaan dari warga pedagang ke pimpinan. MT-MB

 

Baca Juga :
Ini Kiat Presiden Jokowi Jadi Pengusaha Tangguh