Denpasar (Metrobali.com)

– Kasus raibnya dana nasabah atau konsumen layanan perbankan kembali terjadi, Kali ini menimpa sembilan orang nasabah PT Bank Mega Tbk (MEGA) cabang Bali, dengan taksiran kerugian mencapai Rp 33,45 miliar. Kasus tersebut mulai terkuak sekitar November-Desember 2020 silam, Saat salah seorang nasabah berniat mencairkan dana depositonya. Bukan uang yang diterima, namun justru kabar bahwa dana yang hendak dicairkan nasabah sudah tidak ada. Menurut Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali I Putu Armaya.SH, merasa geram dengan kejadian tersebut, apalagi dengan jumlah uang yang sangat besar, Jika ini tidak diselesaikan dengan baik Maka pihak perbankan akan kehilangan kepercayaan di mata masyarakat.

Menurutnya, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus bertindak agar ada kepastian hukum terhadap dana konsumen tersebut, Menurut Armaya yang juga seorang Advokat pengurus DPC Peradi Denpasar ini, jika ada dana nasabah atau konsumen hilang apalagi tidak ada transaksi apapun maka sudah jelas ada pelanggan hak hak konsumen sesui di pasal 4 UU No.8 th 1999 tetang Perlindungan Konsumen (UUPK, dimana konsumen memiliki hak atas kenyamanan dan keamanan serta keselamatan, dalam mengkonsumsi Barang dan jasa, artinya jika dana konsumen raib apalagi tanpa transaksi maka sudah pasti konsumen dalam menyimpan dananya sudah tidak aman. Nasabah itu adalah konsumen layanan jasa perbankan, ujar Armaya Sengit dan mengharapkan agar dana masyarakat atau konsumen tersebut harus dikembalikan, karena hal tersebut sejalan dengan Pasal 19 UU No.8 th 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang selanjutnya disingkat dengan UUPK menyatakan bahwa “pelaku usaha bertanggungjawab memberikan ganti rugi atas kerusakan pencemaran dan/ atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan/atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan. Dai ayat (2) pengembalian berupa uang yang setara nilainya.

Baca Juga :
Sudikerta Minta Investor Utamakan Tenaga Kerja

Maka dari Itu pihak Yayasan Lembaga konsumen Bali mengharapkan pihak OJK Regional Bali Nusra agar melakukan audit terhadap kinerja perbankan atas dugaan kehilangan dana masyarakat teesebut apalagi jumlahnya yang sangat fantastis. Dan Armaya menyampaikan kepada masyarakat agar jangan ragu untuk mengadukan hal hal yang dinilai ada pelayanan buruk kepada konsumen termasuk lembaga keuangan Perbankan apapun, karena Konsumen dilindungi oleh aturan hukum, UU Perlindungan Konsumen dan peraturan perundang undangan yang lain, termasuk jika dana yang disimpan raib.

Untuk itulah Armaya mengharapkan agar kasus tersebut diusut tuntas, agar jangan lagi ada kasus kasus yang serupa menimpa konsumen. Armaya juga mengingatkan kasus tersebut jika ada Dana masyarakat konsumen lenyap yang disimpan di salah satu bank juga ada unsur pidananya ada dugaan melanggar di pasal 8 UUPK Junto pasal 62, pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 2 miar rupiah, yang melanggar adalah pelaku usahanya ujar Armaya sengit. (hd)