Malang, (Metrobali.com) –

Tim Bali United asuhan Indra Sjafri tidak memasang target muluk-muluk di ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2015, cukup tetap bisa bertahan dan tidak terdegradasi dari kompetisi tertinggi di Tanah Air tersebut.

“Kami harus realistis dengan kondisi tim yang baru kami bangun ini, tidak mungkin langsung membidik papan atas, apalagi juara. Yang terpenting musim kompetisi tahun ini, kami tetap bisa bertahan di LSI dulu, sambil berjalan kami benahi tim menuju tahta tertinggi (juara),” tegas pelatih Bali United, Indra Sjafri di Malang, Sabtu.

Ia mengakui target untuk menjadi juara LSI masih cukup jauh karena saat ini baru membentuk tim, namun yang sudah dipatok manajemen, paling tidak lima tahun ke depan, Bali united sudah menduduki tangga teratas LSI alias juara dan tahun-tahun berikutnya juga terus menerus menjadi juara.

Menyinggung komposisi pemain untuk meraih tangga juara LSI lima tahun mendatang, Indra mengatakan secara perlahan terus dibentuk dan dimatangkan. Untuk musim 2015, ada 24 pemain yang sudah didaftarkan ke PT Liga Indonesia dan nantinya bisa ditambah hingga kuota maksimal 30 pemain.

Hanya saja, lanjutnya, dari 24 pemain yang sudah didaftarkan tersebut, hanya ada dua pemain asing dan selebihnya adalah pemain lokal, bahkan untuk penambahan pemain nanti pun juga akan memrioritaskan pemain lokal, bukan asing.

“Kompetisi yang digulirkan ini kan kompetisi nasional (lokal) dan untuk pemain lokal bukan untuk pemain asing, apalagi sampai kompetisi asing. Oleh karena itu, bagaimana caranya meminimalkan peran pemain asing dan memaksimalkan pemain lokal,” tandasnya.

Menyinggung adanya penundaan “kick off” LSI 2015 setelah adanya kebijakan dan rekomendasi dari Menpora dan BOPI, Indra mengaku tidak masalah, justru menguntungkan tim untuk melakukan persiapan lebih matang dan latihan juga tetap berjalan. Memang ada revisi program, namun tidak terlalu signifikan.

Baca Juga :
Gowes Pesona Nusantara Lintasi Kota Denpasar

Sebenarnya, lanjut Indra, tim asuhannya tersebut sudah siap berkompetisi dan bertanding. Namun, dengan adanya penundaan kick off tersebut, otomatis secara finansial akan membengkak karena kontrak pemain dan biaya operasional tim lebih panjang dan jadwal pun bisa berubah.

“Kalau pada laga perdana yang seharusnya dilakoni Bali United pada hari ini (Sabtu, 21/2) dijamu Arema di Stadion Kanjuruhan, mungkin saja pada jadwal setelah penundaan ada perubahan. Secara umum kami tidak ada masalah, kapanpun dan menghadapi tim manapun pada laga perdana, kami siap,” tegasnya.

Kick off LSI 2015 yang seharusnya dimulai Jumat (20/2) ditunda hingga dua pekan ke depan setelah adanya keputusan dari Menpora Imam Nahrawi dan BOPI karena hasil verifikasi BOPI masih ada 18 klub kontestan LSI yang belum memenuhi syarat legalitas dan kemampuan finansial. Ke-18 klub tersebut diberi waktu selama dua pekan. (T.E009)

(Ant) –