IMG_5211

Gianyar (Metrobali.com)–

Bali Safari & Marine Park kembali merayakan Hari Orangutan Sedunia yang dibarengi dengan Hari Gajah Sedunia. Acara ini diramaikan dengan mengundang anak-anak dari yayasan Pelangi Anak Negeri yang berjumlah 50 anak. Diselenggarakan di dalam Park, anak-anak terlihat begitu menikmati serangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh tim Bali Safari.

IMG_5219Kegiatan yang diselenggarakan antara lain adalah Safari Journey, menyaksikan Animal, Harimau dan  Elephant Show ditambah dengan spesial interaksi dengan gajah dan orangutan. Tak sampai disitu, telah disiapkan juga permainan seru yang berfungsi untuk menambah pengetahuan anak-anak. Pada kesempatan ini tim Bali Safari juga membagikan berbagai perlengkapan sekolah yang diharapkan dapat berguna bagi anak-anak tersebut.

William Santoso selaku General Manager Bali Safari & Marine Park menambahkan, “Peringatan Orangutan dan Elephant Day dapat menjadi pengingat bukan hanya bagi pengunjung Bali Safari & Marine Park namun juga bagi seluruh dunia betapa populasi Orangutan dan Gajah Asia dan Afrika semakin terancam. Bahwa masa depan mereka sekarang tergantung dengan tindakan kita hari ini. Melalui momen ini kami berharap masyarakat khususnya mereka yang peduli dengan satwa boleh memperbaharui komitmen mereka untuk bersama melindungi Gajah dan Orangutan dan memberi apresiasi terhadap kampanye pelestarian Gajah dan Orangutan yang dilakukan diseluruh dunia. Seperti biasa Bali Safari juga selalu aktif mengundang anak-anak untuk mengajarkan pada mereka pentingnya peduli pada satwa.”

World Conservation Union (Daftar Merah IUCN 2007 / IUCN Red List2007) mengklasifikasikan orangutan Borneo sebagai spesies yang terancam punah (endangered), sementara di Sumatera telah diklasifikasikan sebagai spesies yang sangat terancam punah (critically endangered). Dan pada Januari 2012, IUCN juga menyebut kategori gajah di Indonesia “sangat terancam punah”. Satu tingkat di bawah kategori “punah”. Jumlah gajah di Sumatera memang sudah berkurang separuh dari jumlah 5.000 gajah pada tahun 1985, menjadi antara 2.400 – 2.800 ekor gajah.

Baca Juga :
Seorang Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi Kostan

IMG_0213Seperti halnya hari peringatan satwa yang lain, World Elephant dan World Orangutan Day ini dirancang untuk memancing perhatian dunia sejenak untuk peduli tentang keberadaan satwa – satwa mengagumkan ini. Memang benar, manusia merupakan ancaman terbesar bagi satwa, namun hanya manusia jugalah yang mampu membenahi keadaan ini. Benar gajah dan orangutan dilindungi secara hukum. Namun demikian, hukum dan peraturan saja jelas tidak cukup untuk melindungi spesies karismatik ini. Konservasi gajah dan orangutan memerlukan upaya yang komprehensif dan terintegrasi oleh segala pihak, baik di lapangan dan di arena politik, untuk memastikan keberhasilannya. RED-MB