Kadisdikpora Kabupaten Badung Drs. I Ketut Widia Astika.MM

Mangupura (Metrobali.com)-

Terobosan teranyar yang dilakukan Pemkab Badung melalui Dinas  Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Badung yakni mengundang warganya untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri (LN). Untuk saat ini hanya 20 calon mahasiswa yang akan direkrut untuk mengikuti pendidikan atau kuliah seperti  di Singapura, India dan sejumkah negara Eropa. Hal itu dikatakan Kadisdikpora Kabupaten Badung Drs. I Ketut Widia Astika.MM dalam acara jumpa pers, Rabu, 9 Mei 2018 di Pres Room Humas Badung.

Widia Astika yang didampingi Kabag Humas Kabupaten Badung Drs. Putu Ngurah Thomas Yuniarta, M.Si. mengungkapkan bahwa seluruh biaya pendidian atau kuliah di luar negeri akan ditanggung oleh Pemkab Badung. Menurut perhitungan bahwa biaya  yang dibutuhkan setahun di luar negeri Rp 500 jt per orang. Kalau jumlah mahasiswa warga Badung kuliah sebanyak 20 orang maka sekitar Rp 10 Milyar dana yang dibutuhkan selama kuliah setahun.

Dikatakan, persyaratan sangat mudah, secara akademis mereka lulus test di universitas yang bersangkutan dan memenuhi nilai standar mata pelajaran. Setelah tamat di Luar Negeri mereka harus siap di tempatkan di Pemkab Badung. ‘’Istilahnya, sekolah kedinasan. Lulusannya langsung menjadi ASN di Pemkab Badung,’’ kata Widia Astika.

Oleh karena itu, Widia Astika mengajak warga Badung yang berprestasi dan mau mencari ilmu dan menambah wasasan, serta pengalaman di negeri orang untuk bisa mendaftar di Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Badung. Tujuan pendidian ke luar negeri ini, kata Widia Astika untuk menambah wawasan dan pengalaman di Luar Negeri dan selanjutnya bisa diterapkan di Badung untuk mengembangkan daerah Badung di masa masa yang akan datang.

Baca Juga :
Sudah Disegel Satpol PP, Pemilik Pabrik Tahu Tempe di Bitera Buka Kembali Segel

‘’Dengan ilmu yang diperoleh di universitas di luar negeri, berharap mereka bisa membangun Badung lebih baik dari sekarang,’’ katanya.

Ditambahkan, apabila nanti setelah tamat di luar negeri dan tidak mau bekerja di Pemkab Badung sesuai dengan janji awal, maka mereka wajib mengembalikan uang pemkab yang telah dipakai selama kuliah. ‘’Sanksi tersebut adalah konsekuensi logis dari pernyataan sikap yang dibuat antara calon mahasiswa dengan Pemkab Badung sebelum manyatakan kuliah di LN,’’ kata Widia Astika.

Sampai saat ini, kata Widia Astika, pengembangan pendidikan di Badung terus berproses. Untuk memberi kemudahan dan mengurangi beban personal siswa, maka pemkab Badung memberi bantuan  dana sebesar Rp 1.000.000 s.d 2.000.000 bagi siswa miskin (RTM) di kabupaten Badung. Bantuan ini diperuntukan khusus kepada siswa SD dan SMP. ‘’Bantuan ini sangat penting diberikan kepada siswa yang termasuk atau kategori rumah tangga miskin. Dan, ini bisa mengurangi beban keluarganya dalam ekonomi se-hari hari,’’ katanya.

Dikatakan, dalam memberikan rasa kebersamaan dan keadilan di bidang pendidikan, Pemjab Badung sudah membuat sekolah Inklusif. Sekolah ini bagi siswa yang memiliki keterbatasan fisik atau siswa berkebutuhan khusus.  ‘’Sudah ada tiga sekolah inklusif dibangun yakni di Jimbaran, Tuban, dan SD 3 Sempidi,’’ kata Widia Astika.

Widia Astika mengungkapkan, selain bantuan laptop pemkab Badung juga memberikan pakaian seragam gratis untuk siswa baru klas 1 SD dan Kelas VII SMP. Tujuan seragam sekolah gratis ini adalah untuk meringankan beban ekonomi bagi keluarga siswa.

Lebih lanjut dikatakan, progran Inovasi lainnya dari Disdikpora Badung yakni Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi  menuju e-learning system. Meyediakan Laptop lengkap dengan aplikasi pembelajaran bagi kelas 5 dan 6 SD dan Kelas 7 SMP .  Penyediaan  Lab Komputer bagi SMP untuk pembelajaran IT dan UNBK di SMP Negeri.

Baca Juga :
Memasyarakatkan Budaya Olahraga, Gubernur Buka HAORNAS XXXI Tahun 2014

Selain itu, ada juga program inovatif peningkatan Minat Baca siswa melalui Program Gerakan Badung Membaca. Program untuk memotivasi siswa untuk membaca dengan memberikan reward serta  melaksanakan kegiatan lomba yang berhubungan dengan membaca. Program ini telah dilaksanakan mulai Tahun 2016. Pada TA 2017.

Yang lainnya, adalah pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) bernuansa Hindu

Pengembangan pendidikan Lembaga PAUD yang bernuansa Hindu dalam rangka membentuk anak yang berkarakter dan berwawasan Hindu sejak dini, melalui pemberikan Hibah untuk menunjang baiaya operasional .

Penempatan atau Pengisian Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Honorer sesuai dengan kebutuhan yang dibiayai dari APBD.  Membantu pembiayaan Jasa Tenaga Guru dan Pegawai honorer di SD dan SMP Negeri melalui APBD dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Badung.

Editor   : Nyoman Sutiawan