Mangupura (Metrobali.com)-

Dilihat dari peta potensi kebencanaan, Kabupaten Badung sangat rentan dengan bencana tsunami karena memiliki garis pantai yang cukup panjang. Disamping tsunami, Badung juga rentan dengan bencana gempa bumi dan tanah longsor. Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Penyusunan Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana Tahun 2012 yang dibuka oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung I Gst. Nyoman Adnyana didampingi Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta di Hotel Made Sempidi, Kecamatan Mengwi, Selasa (30/10).

Sambutan Bupati Badung yang dibacakan Kepala BPBD Badung I Gst. Nyoman Adnyana menekankan, Penyusunan Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan kesiapsiagaan yang dapat menghasilkan kerangka acuan dalam penyempurnaan system penanggulangan bencana. Lebih lanjut dikatakan, setelah PROTAP dan Standar Operasional System (SOP) dimutakhirkan dan kontinjensi telah dapat disusun, langkah selanjutnya adalah penyusunan grand skenario untuk simulasi yang bertujuan melihat tugas dan tanggung jawab dari berbagai institusi yang terlibat seperti Dinas Cipta Karya, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Bina Marga dan Pengairan, Badan Kesbangpol dan Linmas, SAR, TNI dan Polri.

Laporan Ketua Panitia yang dibacakan I Ketut Netra melaporkan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam rangka peningkatan kesiapsiagaan tsunami antar instansi terkait sesuai dengan konsep system peringatan dini tsunami di Kabupaten Badung. Selain itu guna menguji SOP peringatan dini tsunami serta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing instansi terkait dari fase peringatan dini sampai fase respon (tanggap darurat).

Sementara itu Made Sunarta disela-sela kegiatan menyampaikan, DPRD Kab. Badung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas terselenggaranya Penyusunan Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana dan diharapkan dapat terwujudnya rasa kebersamaan antar instansi dalam menghadapi ancaman bencana.

Baca Juga :
Selama Pandemi Covid-19, Gubernur Koster Serukan Warga Bali yang Berada di Luar Bali, Tidak Pulang ke Bali

Penyusunan Rencana Kontinjensi Penanggulangan Bencana Tahun 2012 berlangsung selama 4 hari dari tanggal 30 Oktober, 6, 12 dan 13 November 2012 di Hotel Made Sempidi dengan jumlah peserta 50 orang, terdiri dari unsur SKPD terkait, unsur perusaan daerah dan perusahaan Negara, unsur kelurahan dan desa yang memiliki pantai atau daerah paparan, unsur BPBD Kab. Badung, tokoh masyarakat, Balawista serta Tagana Kab. Badung. Sementara tenaga pengajar dan instruktur berasal dari Korem 163 Wirastya, BPBD Prov. Bali, Dinas Kesehatan Prov. Bali, PMI Prov. Bali, Ide dan GIZ Protects. IKA-MB