Mangupura (Metrobali.com)-

Seiring dengan telah ditetapkannya Subak yang memiliki nilai universal sebagai warisan dunia, tentu menjadi kewajiban bersama untuk tetap menjaga kelestarian Subak, untuk itu maka Pemerintah Kabupaten Badung telah berkomitmen agar  lomba subak ini terus dilaksanakan.

“Lomba subak sebagai media pembinaan sekaligus memotivasi  agar generasi muda semakin menghayati dan mau melaksanakan dalam menggeluti aktifitas pertanian “swadarmaning pemaculan” demikian disampaikan Bupati Badung A.A Gde Agung didampingi Kepala Dinas Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa saat menyerahkan hadiah kepada juara Lomba Subak dan Subak Abian se-Kabupaten Badung di Bale Subak Citra, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Jumat (30/11). Acara tersebut dihadiri Anggota DPRD IB. Sunarta, Kadishutbun Badung I Gst. Agung Kt. Sudaratmaja, Camat se-Badung serta para krama subak.

Bupati Gde Agung menekankan, dalam pemeliharaan dan pelestarian pertanian terdapat sejumlah instrument baik berupa regulasi maupun teknis (fisik) instrument yang dimaksud perda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dimana mulai tanggal 1 Januari 2013 mendatang, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan mulai dari pendataan, penetapan sampai pemungutan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung. “Kami umumkan kepada masyarakat Badung, bahwa mulai 1 Januari 2013, PBB-P2 sepenuhnya menjadi wewenang Pemkab Badung,” kata Bupati Badung A.A Gde Agung.

Dikatakannya sesuai UU nomor 28 tahun 2009, PBB-P2 sepenuhnya menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah. Selain itu sesuai Perda No. 3 tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Badung akan memberi pengurangan secara jabatan kepada objek pajak seperti tanah pertanian, kawasan limitasi, jalur hijau dan kawasan tertentu yang seutuhnya masih dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Serta akan memberikan pengurangan yang berasal dari permohonan individual sekurang-kurangnya 20% dari pajak terutang.” Kawasan pertanian ditekan serendah mungkin pajaknya, Jalur hijau sepenuhnya digratiskan dan apabila sudah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan apalagi menjadi hotel pajaknya akan dilipat gandakan, ini merupakan sebuah instrumen pelestarian pertanian dan Subak di Badung” Tegas Bupati Gde Agung.

Baca Juga :
Permadi Mengaku tak Ada Niat Makar

Dibagian lain Bupati Badung menyampaikan, dalam mendukung pembangunan di desa maupun wilayah subak, setiap tahunnya digelontorkan bantuan melalui penyisihan pajak dan retribusi daerah. Untuk tahun 2012 ini Pemkab Badung telah menyerahkan bantuan kepada desa dinas sebesar Rp. 2 milyar lebih, untuk desa adat Rp.175 juta, banjar adat Rp. 15 juta serta subak sebesar Rp. 35 juta. Bantuan tersebut merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah dalam upaya melestarikan seni dan budaya yang ada di masing-masing desa.

Sementara itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa melaporkan beberapa Subak dan Subak Abian yang meraih juara pada Lomba Subak ini diantaranya Lomba Subak juara I diaraih Subak Citra Pasedehan Yeh Kilat Abiansemal Bongkasa, Juara II Subak Uma Tegal Pasedehan Yeh Sungi Sembung Mengwi, Juara III Subak Tirta Yatra Pasedehan Yeh Kilap Petang Desa Belok Sidan dan Juara IV Subak Bernasi Pasedehan Yeh Bolo Dalung Kuta Utara. Sementara Lomba Subak Abian keluar sebagai Juara I, Subak Abian Sari Boga Pelaga Petang, Juara II Subak Abian Kerta Bhuana Sari Sembung Mengwi, Juara III Subak Abian Laba Giri Kulat Pecatu dan Juara IV Subak Abian Bhuwana Muker Abiansemal. Masing-masing juara mendapatkan piagam dan uang motivasi, juara I sebesar Rp. 30 juta, juara II Rp. 20 juta, juara III Rp. 15 juta dan juara IV mendapatkan Rp. 10 juta. GAB-MB