Jembrana (Metrobali.com)-

Program vaksinasi di Kabupaten Jembrana menjadi perhatian serius Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Bahkan di setiap kegiatan program pusat ini selalu didengungkan. Termasuk turun langsung ke lapangan memantau jalannya vaksinasi.

Mendorong percepatan capaian vaksinasi, seluruh OPD hingga jajaran paling terbawah diminta untuk proaktif mensosialisasikan vaksinasi, termasuk manfaatnya untuk melindungi diri dari penularan Covid-19.

Jajaran terkait hingga aparat terbawah seperti kelian dan kepala lingkungan juga diminta untuk mendata capaian vaksinasi dan mencatat atau mengetahui apa saja kendalanya sehingga dengan cepat bisa dicarikan solusi.

“Cari tahu apa kendalanya. Sosialisasikan terus menerus. Semua harus bergerak” tandasnya.

Bupati Tamba juga mengajak masyarakat Jembrana turut serta mensukseskan program vaksinasi dengan kesadaran sendiri datang ke tempat-tempat fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendapatkan suntikan vaksin.

“Kita mau menggerakkan ekonomi supaya (Jembrana) lebih maju. Sekarang mau maju, apa tidak. Kalau mau maju, ayo vaksinasi” ujar Tamba didampingi Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Rabu (16/6/2021).

Setelah dirinya memotivasi para camat beberapa hari lalu disebutnya sudah mulai ada peningkatan. Terlebih adanya penerapan Perpres 14 tahun 2021, dimana jika ada warga yang belum divaksin, layanan administrasi terhadap warga tersebut sementara ditunda.

“Maaf saya agak keras untuk masalah ini (vaksinasi). Ini bukan untuk kepentingan saya sebagai bupati. Tapi sesuai perintah Presiden. Vaksinasi ini tujuannya untuk melindungi. Kita ingin masyarakat sehat dan ekonomi cepat pulih” ujarnya.

Dengan motivasi yang ia berikan dan semua bergerak dengan cepat, Bupati Tamba yakin target 70 persen vaksinasi sampai tanggal.30 Juli 2021 akan tercapai. “Ini penting, bagaimanapun Covid-19 harus hilang. Kalau Covid-19 masih ada, ekonomi tidak bisa bergerak. Jadi semua harus bersinergi” pungkasnya. (Komang Tole)

Baca Juga :
Tiga Titik Rawan di Pilkada Bali