Jembrana (Metrobali.com)-

Oknum PNS di Kabupaten Jembrana dilaporkan seorang warga ke Bawaslu Jembrana. Warga yang melaporkan oknum PNS ini dari informasi bernama Putu Arta dari Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya.

Pelapor yang berusia 50 tahun ini melaporkan oknum PNS terkait dugaan ajakan untuk mendukung salah satu calon.

Terkait laporan ini, Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan dikonfirmasi Kamis (27/8), membenarkannya.

Menurutnya, warga yang melapor ini berinisial Putu A, warga Gilimanuk. Pelapor Putu A datang melapor ke Bawaslu pada Rabu (26/8) kemarin sekitar pukul 15 30 Wita.

Pelapor kata Pande, datang ke Bawaslu bersama rekannya. Namun hanya Putu A saja yang melapor dan laporannya mengatasnamakan dirinya sendiri atau sebagai pribadi.

Sedangkan yang dilaporkan sambung Pande, terkait kata “ber-Kembang” yang ada di postingan WhatsApp yang diduga milik oknum PNS ini.

“Kata itu (ber-Kembang) oleh pelapor dianggap tidak netral” ujar Pande.

Laporan ini menurut Pande sudah diterima sesuai prosedur di Bawaslu Jembrana. Namun setelah diteliti, laporan Putu A belum lengkap karena ada dua syarat yang belum dilengkapi yakni syarat formil dan materiil.

Syarat formil yang dimaksud adalah nama terduga terlapor dan syarat materiil yakni saksi-saksi dan dokumen yang bisa menjelaskan peristiwa tersebut.

“Pelapor kita beri waktu tiga hari untuk melengkapinya. Karena dilaporkan tanggal 26 kemarin berarti tanggal 29 Agustus, pelapor harus sudah bisa melengkapi” jelasnya.

Jika tidak kata Pande, laporan tersebut akan dijadikan informasi awal untuk melakukan penelusuran dan investigasi. (Komang Tole)

Baca Juga :
Warga Sudaji "Bengkung" Ngaben Massal Abaikan Protokol Covid-19, Togar Situmorang Dukung Penegakan Hukum